Kasat News Kasat News

Breaking News

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan iPad Pro Rp28

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Legislator PKB Prihatin Pelajar di Samosir Gantung Diri Terkait Ekonomi, Muniruddin : Tingkatkan Kepedulian Sosial
Nasional

Legislator PKB Prihatin Pelajar di Samosir Gantung Diri Terkait Ekonomi, Muniruddin : Tingkatkan Kepedulian Sosial

by kasatnews April 1, 2026 0 Comment

Kasatnews.id, Medan  – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muniruddin Ritonga, SH.I mengaku sangat terpukul dan berduka atas tragedi seorang pelajar berusia 16 tahun berinisial PJS di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya, Senin (30/3/2026). Muniruddin menyatakan peristiwa menyayat hati tersebut harus jadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya para pemangku kepentingan atau pejabat.

Pernyataan tersebut disampaikan Muniruddin Ritonga yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut menjawab wartawan saat dihubungi melalui telepon selularnya dari Medan, Rabu (1/4/2026).

Muniruddin mengaku tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi peristiwa ini sangat melukai sanubari bangsa Indonesia yang terkenal dengan budaya kekeluargaan dan gotong royong. “Maka dari itu peristiwa tragis ini. kita harapkan jadi pelajaran berharga, agar lebih serius memberikan perhatian pada pertumbuhan dan perkembangan mental serta pemenuhan sarana dan fasilitas pendidikan anak-anak di manapun berada,” ujarnya.

Muniruddin yang juga wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ini menyatakan bahwa peristiwa ini juga menjadi alarm keras bagi negara khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk melindungi setiap generasi bangsa.
“Tragedi yang menyedihkan ini sesungguhnya bukan sekedar informasi, melainkan peringatan keras bagi negara dan kita semua lapisan masyarakat, khususnya pemerintah daerah . Peristiwa yang sangat menyayat hati ini harus dijadikan pelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya
para pemangku kepentingan atau pejabat untuk selalu tanggap dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan masyarakat dan kerja,” katanya.

Muniruddin yang juga Ketua Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Provinsi Sumut ini menyatakan, berkaca dari peristiwa pelajar di Samosir tersebut, maka sudah selayaknya kepedulian sosial wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat, agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian dalam menghadapi kemiskinan.

Sebab Muniruddin menilai bahwa tugas menumbuhkembangkan anak Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua dan guru semata, namun merupakan tugas kemanusiaan yang sifatnya kolektif. “Terutama bagi masyarakat setempat, juga tentunya pemerintah desa sebagai pelaksana pemerintahan di tingkat paling bawah,” jelas Muniruddin yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut ini.

Lebih lanjut Muniruddin yang juga pengurus DPW PKB Sumut berharap kepada pemerintah agar peka dalam menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat. Seperti, situasi geopolitik yang terjadi saat ini di dunia berimbas terhadap persoalan bangsa khususnya di daerah.

“Perkembangan geopolitik di dunia saat ini hendaknya harus benar-benar bisa disikapi oleh para pemangku kepentingan atau pejabat khususnya di daerah. Salahsatunya upaya pemerintah yang akan memberlakukan WFH atau WFA (Work From Home atau Work From Anywhere), dimana bisa saja pemberlakukan ini akan menjadi beban bagi masyarakat khususnya siswa miskin karena ketiadaan alat komunikasi ,” paparnya.

Keluarga Kurang Mampu

Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar berusia 16 tahun, PJS, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Peristiwa tragis ini terjadi di kediaman korban, tak hanya menyelimuti keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang mengenal korban sebagai remaja yang masih duduk di bangku SMA negeri.

Dari hasil keterangan awal yang diperoleh dugaan sementara motif korban berkaitan dengan tekanan ekonomi keluarga. Korban beberapa kali meminta kebutuhan sekolah kepada orang tuanya, namun belum dapat dipenuhi sehingga diduga hal ini memicu tekanan psikologis.

Informasi disampaikan Kepala Desa Huta Ginjang, Rinsan Situmorang, menyebutkan bahwa keluarga korban tergolong kurang mampu. Kondisi ekonomi ini diduga menjadi salah satu latar belakang tekanan yang dialami korban. (jam)

Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu Bara BK

April 14, 2026
Nasional

Sosialisasi Perda Sistem Kesehatan Kota Medan, Edi

April 14, 2026
In Case You Missed
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1,

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu

April 14, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.