Kasat News Kasat News

Breaking News

Wajah Ombudsman Tercoreng: Ketua Baru Jabat 6 Hari Diciduk Kejagung

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Mengikuti Acara Usulan 12 Perkara di Restorative Justice
Kilas Daerah

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Mengikuti Acara Usulan 12 Perkara di Restorative Justice

by kasatnews Maret 23, 2022 0 Comment

Kasatnews.id , MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, SH,MH didampingi Wakajati Edyward Kaban, SH,MH, Aspidum Arip Zahrulyani, SH,MH, Kabag TU Rahmad Isnaini, Kasi Penkum Yos A Tarigan, Kasi Orang dan Harta Benda Faiq Nur Fiqri serta Kasi Eksaminasi dan Eksekusi Yuliyati Ningsih, mengikuti pengusulan 12 perkara yang ada di wilayah hukum Kejati Sumut dihentikan dengan penerapan restorative justice (RJ), Selasa (22/3/2022) di ruang rapat Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan.

Usulan RJ juga diikuti para Kajari dan Kasi Pidum yang mengusulkan penghentian penuntutan dengan penerapan RJ kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI (Jampidum Kejagung) Dr. Fadil Zumhana.

Menurut Kajati Sumut Idianto melalui Kasi Penkum Yos A Tarigan 12 perkara yang diusulkan menerapkan RJ dalam penghentian penuntutannya berasal dari Kejari Simalungun (8 perkara), Kejari Langkat (1 perkara), Kejari Tapanuli Selatan (1 perkara) dan Kejari Padang Lawas Utara (2 perkara).

“Perkara dari Kejari Simalungun ada 8 perkara yang diusulkan dan semuanya terkait pencurian kelapa sawit, kemudian dari Kejari Paluta terkait dengan pengrusakan tanaman, dari Kejari Langkat terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga dan Kejari Tapsel terkait dengan pemukulan,”

Lebih lanjut Yos menyampaikan,alasan dan pertimbangan dilakukannya penghentian penuntutan dengan penerapan restorative jusctice, berpedoman pada Peraturan Jaksa Agung No. 15 tahun 2020 yaitu, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, jumlah kerugian akibat pencurian yang dilakukan tersangka dibawah dua setengah juta rupiah, ancaman hukuman dibawah 5 tahun penjara, adanya perdamaian antara tersangka dengan korban (pihak Perusahaan Perkebunan) dan direspons positif oleh keluarga.

“Tersangka dan korban ada kesepakatan berdamai dan tersangka menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ucapnya

(As)

Tags: Kajatisu beri pemahaman RJ Kajatisu gelar 12 Perkara RJ Kajatisu pertimbangkan hukum kemanusiaan
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Nasional

Wajah Ombudsman Tercoreng: Ketua Baru Jabat 6

April 17, 2026
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu Bara BK

April 14, 2026
In Case You Missed
Nasional

Wajah Ombudsman Tercoreng: Ketua Baru

April 17, 2026
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1,

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA

April 15, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.