Syukuran Enam Tahun Berdirinya FKPPN, Serta Ginting : Erick Thohir Perlu Diperiksa Terkait PTPN Terus Merugi
Kasatnews.id, MIMBARĀ – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) menggelar buka puasa bersama dan syukuran peringatan enam tahun berdirinya FKPPN di salah satu kafe di Medan, Sabtu (28/@2/2026). Ketua Umum DPN FKPPN, Drs HN Serta Ginting dalam pidatonya menyoroti tajam persoalan di tubuh PTPN hingga terus mengalami kerugian.

“Maka dari itu kita minta penegak hukum agar mengevaluasi dan memeriksa Erick Thohir saat menjadi Menteri BUMN, yang telah melakukan sistem.penggabungan atau holding di tubuh PTPN. Sebab sejak dilakukannya merger.di.tubuh PTPN, bukan malah membaik bahkan terus merugi,” sebut Serta Ginting yang juga mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai. Golkar.
Dikatakannya, keuntungan di PTPN selama ini senantiasa membuat kegiatan sosial dan memperhatikan para purnakarya atau pensiunan, Namun sejak dilakukannya merger dan sub holding, jarang dilakukan bahkan mengabaikan hak-hak para purnakarya.
Begitu juga soal penjualan aset di tubuh PTPN kepada para pengusaha dan pengembang khususnya di Sumut, penegak hukum diharapkan turut memeriksa Erick Thohir kapasitasnya sebagai Menteri BUMN ” Kita minta siapapun pihak yang terbukti bersalah hendaknya diperiksa tidak hanya di tingkat pimpinan, bila perlu sampai ke menteri,” tegas mantan Ketua Umum SPBun PTPN 3 ini.
Serta Ginting juga dalam pidatonya menyoroti dan mempertanyakan tidak jelasnya hasil penjualan sawit yang diterima PTPN. Dia mengaku heran luas sawit yang begitu besar namun hasilnya tidak jelas keuntungannya.
Untuk itu, Serta Ginting menegaskan, FKPPN akan terus.memperhatikan keberadaan PTPN khususnya memperjuangkan hak-hak para purnakarya perkebunan. Serta Ginting mengaku bersyukur FKPPN.sejak didirikan,.keberadaannya telah diperhitungkan.
Salahsatunya, sebut dia, FKPPN.saat ini fokus soal memperjuangkan dan mempertanyakan soal uang beras purnakarya. Dia menegaskan jika masih belum ada respon dari pimpinan PTPN, maka pihaknya akan menyurati Danantara. “Jika tidak juga, maka kita akan cari jalan sendiri untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Untuk itu, Serta Ginting mengajak para purnakarya agar terus bersatu dan menjalin silaturahmi. “Sehingga diharapkan perjuangan FKPPN tidak berhenti sampai sini tapi terus berjuang kedepannya,” sebutnya..
Buka puasa dan syukuran berdirinya FKPPN tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI, H.Muhammad Nuh, Sekjen dan Bendahara DPN FKPPN, Ir H.Baginda Panggabean dan Paijo, Ketua Harian DPN FKPPN, M.Jamil Sipayung, Ketua DPW FKPPN Sumut, Raden Heru Pradoyo dan para purnakarya perwakilan kabupaten dan kota se Sumut. Anggota DPD RI, Muhammad Nuh dalam sambutannya mengakui semangat perjuangan FKPPN untuk para purnakarya
Untuk itu, Senator asal Sumut ini berharap semangat perjuangan FKPPN terus dibangun demi memperjuangkan hak-hak para purnakarya. Dia juga mendoakan FKPPN bisa terus berada di tengah tengah masyarakat, tidak hanya untuk purnakarya tapi bangsa dan negara.
Sedangkan Ketua DPW FKPPN Sumut Heru Pradoyo menyampaikan perjuangan FKPPN mulai diperhitungkan khususnya di Sumut, Persoalan beras para purnakarya mulai disahuti perusahaan, sehingga dia mengajak para purnakarya terus bersatu bersama FKPPN.
Dia meminta Danantara agar menyelesaikan uang beras purnakarya yang sudah direspon oleh pihak Holding. Selanjutnya Sekjen DPN FKPPN, menambahkan soal uang catu beras berdasarkan informasi disampaikan oleh perusahaan bahwa Danantara telah menyetujuinya, dan tinggal menunggu sistem pembagiannya.
“Persetujuan dari Danantara sudah ada, tinggal aplikasi dan teknis pembagiannya saja. Maka dari itu, soal catu beras ini, FKPPN akan terus mengejarnya,” tukasnya.(Jam)