Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Komitmen
HPN 2026 | Menkomdigi: Pers Harus Tetap Humanis di Tengah Gempuran AI dan Disinformasi
Kasatnews.id , Banten — Di tengah derasnya arus kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan banjir disinformasi digital, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pers Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai humanisme, etika, dan kepentingan publik.
Penegasan itu disampaikan Meutya Hafid saat membuka Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Serang, Minggu (8/2/2026).
“Pers yang sehat melahirkan publik yang cerdas. Publik yang cerdas memperkuat ekonomi yang berdaulat. Dan ekonomi yang berdaulat membuat bangsa makin kuat,” tegas Meutya di hadapan insan pers dari berbagai daerah.
Menurutnya, kemajuan teknologi—termasuk AI—tidak boleh menggerus fungsi utama jurnalisme sebagai penjaga kebenaran dan kontrol sosial. AI, kata dia, hanya boleh menjadi alat bantu, bukan pengganti peran jurnalis.
“Di tengah arus konten digital, hoaks, dan disinformasi, pers yang kredibel dan independen adalah kebutuhan dasar demokrasi, bukan pilihan,” ujarnya.
Meutya juga mengungkapkan bahwa pemerintah bersama Dewan Pers telah menyiapkan kerangka regulasi penggunaan AI dalam karya jurnalistik melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025.
Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Publisher Rights ditegaskan sebagai upaya melindungi keberlangsungan media di tengah ketimpangan ekosistem digital global.
Tak hanya soal AI dan industri media, Menkomdigi turut menyoroti dua kebijakan strategis nasional, yakni PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS) serta Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Dalam konteks ini, pers dinilai memiliki peran vital sebagai pendidik literasi digital, penjaga etika bermedia, serta pelindung anak dan kelompok rentan.
“Jurnalisme harus tetap humanis di tengah gempuran AI, agar kepercayaan publik tidak runtuh,” pungkas Meutya Hafid.
Peringatan HPN 2026 ini menjadi momentum refleksi bahwa di era algoritma dan otomatisasi, nurani, integritas, dan tanggung jawab sosial pers tetap tak tergantikan.
(Tim/Kasat)