Kasat News Kasat News

Breaking News

Polres Batu Bara Ungkap Kasus Peredaran Narkotika, 4 Tersangka Diamankan

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Ini Tanggapan Pakar Soal Aplikasi Bernilai ‘Fantastis’ di BKPSDM Batubara
Kilas Daerah

Ini Tanggapan Pakar Soal Aplikasi Bernilai ‘Fantastis’ di BKPSDM Batubara

by kasatnews Juli 26, 2023 0 Comment

KasatNews.id, Batubara – Baya aplikasi dinilai fantastis di BKPSDM Batubara pada APBD senilai Rp.800 juta, terus disoroti dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Sebab banyak pihak yang bertanya – tanya terkait apa saja spesifikasinya sehingga 3 aplikasi yang diklaim oleh BKPSDM Batubara itu sangat bermanfaat.

Menindaklanjuti hal itu, kali ini Tim Kasatnews.id meminta tanggapan seorang Pakar IT aplikasi mobile dan website serta sistem aplikasi yang tidak ingin disebutkan namanya, namun bersedia tanggapannya..

Ditanya soal aplikasi e-simpeg atau (simbatubarakab.id) ia menilai bahwa jika dilihat aplikasi e-simpeg itu hanya sebagai sarana IT managemet data aplikasi berbasis website administrator saja. Sehingga tidak dipublikasi secara umum dan tidak mudah di temukan (bersifat private).”Mungkin ya, jika dilihat dari fisik dasar apblikasinya,”ungkap narasumber.

Dilanjut kenapa BKPSDM Batubara yang telah menunjuk perusahaan ketiga untuk pelaksanaannya tidak menggunakan domain go.id. ia menjawab bahwa pihak penyedia bekerjasama atau menyewa dengan layanan penyedia hosting yang tidak bekerja sama dengan pemerintah.
“Artinya bahwa server dari luar tidak bekerjasama dengan kominfo sehingga ada klarifikasi dari BKPSDM itu nggak sinkron dengan BKN,”lanjutnya.

Kemudian ditanya terkait dengan e-kinerja dengan pagu Rp.200 juta namun masuk kedalam sistem e-simpeg, ia juga menjawab banyak hal yang bisa terjadi. “Untuk sub kategori e-kinerja adalah aplikasi mungkin itu dari pengembangan fitur dan penambahan sistemnya, namun nggak segitu juga sih harganya, sebab di kami ya sebagai Pengembang aplikasi kami juga banyak melakukan pekerjaan yang sama namun hasil nya memuaskan dengan alur sistem yang lebih tersusun dengan budget yang tidak terlalu besar,”cetusnya.

Ia menjelaskan kembali bahwa e-simpeg itu merupakan layanan berbasis website, dimana untuk server yang digunakan kemungkinan tidak terlalu besar dan biaya jasa yang dibayarkan berdasarkan dari alur sistem aplikasi yang dibangun. Sebab jika sistem alurnya tidak terlalu panjang kemungkinan tidak terlalu mahal.

“Dan jasa layanan berbasis website tentu berbeda dengan jasa layanan pembuatan aplikasi mobile. Karena jika membuat aplikasi mobile tentu akan di buat juga dashboard admin aplikasi berbasis website tersebut,”katanya.

Terkait kisaran harga, ia menjawab bahwa masing – masing perusahaan pengembang aplikasi, website (apps solution) dapat melakukan label harganya bervariasi.

“Untuk biaya pembuatan itu ya saya tidak tahu juga karena saya tidak begitu tahu alamat dari website e-simpeg yang dibuat penyedia. Tapi menurut saya dengan aplikasi berbasis website mungkin harganya tidak semahal itu jasa pembuatannya,”ungkapnya.

Dilanjut dengan aplikasi e-absensi, ia memberikan informasi penting kepada Tim Kasatnews investigasi bahwa anehnya Aplikasi e absensi setelah di kroscek menggunakan akun playstore milik CV. INDOSISTEM. “Kenapa tidak mendesain atau menciptakan akun Baru saja, khusus akun playstore e-absensi kabupaten batubara. Dan ini saya cek diplaystore sudah tidak ada. Kita lihat tampilan aplikasinya itu pun biasa aja seharusnya desain UI (user interface) didesain lebih menarik dan membuat nyaman pengguna dengan biaya yang begitu fantastis,”ungkapnya.

Ia menyimpulkan bahwa pihak penyedia patut diduga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan RAB dan kerangka acuan kerja dalam pengaplikasiannya. Dari hasil investigasi ini, Tim KasatNews mendapati satu poin penting dalam pelaksanaan paket Aplikasi yang menelan Anggaran BKPSDM Batubara senilai Rp.800 juta bahwa.

Sehingga diduga pihak BKPSDM sendiri tidak tepat memilih penyedia jasa pelaksana pekerjaan atau sebaliknya diduga ada modus pembayaran murah kepada pihak penyedia.(butatuli)

Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kilas Daerah

Polres Batu Bara Ungkap Kasus Peredaran Narkotika,

Juli 25, 2026
Kriminal

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor

Juli 25, 2026
Batu Bara

Aset Rp7,18 Miliar Dinas Pendidikan Batu Bara

Juli 25, 2026
Kilas Daerah

Penyaluran Bantuan Banjir Tapteng tidak Transparan, DPRD

Juli 25, 2026
In Case You Missed
Kilas Daerah

Polres Batu Bara Ungkap Kasus

Juli 25, 2026
Kriminal

Polisi dan PGN Telusuri Titik

Juli 25, 2026
Batu Bara

Aset Rp7,18 Miliar Dinas Pendidikan

Juli 25, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.