PLN Klaim 231 Penyulang Sudah Normal, Namun Tanjung Tiram Masih
16 Rumah Dibobol dalam Dua Bulan, Apa yang Salah dengan Sistem Keamanan di Batu Bara?
Kasatnews.id , Batu Bara – Gelombang pencurian yang terjadi di Kecamatan Lima Puluh tak lagi bisa dianggap sebagai kasus kriminal biasa. Dalam kurun Januari hingga Februari 2026, sedikitnya 16 rumah warga dilaporkan menjadi korban pembobolan. Teranyar, rumah Bendahara Umum PD IWO Batu Bara turut disasar pelaku tak dikenal.
Ironisnya, rangkaian peristiwa ini terjadi di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan sekaligus lokasi Markas Komando Polres Batu Bara. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan serius: apakah sistem pengamanan dan deteksi dini benar-benar berjalan efektif?
Laporan korban telah diterima SPKT Polres Batu Bara. Namun hingga kini, publik belum melihat hasil konkret berupa penangkapan ataupun pengungkapan jaringan pelaku. Situasi ini memicu kritik terbuka dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua Harian SMSI Batu Bara, Gusti Sinaga, menyatakan keresahan warga bukan sekadar kekhawatiran biasa, melainkan cerminan turunnya rasa aman di tengah masyarakat.
“Kalau sudah 16 rumah dalam dua bulan, ini bukan lagi insiden sporadis. Ini pola. Aparat harus bergerak cepat dan menunjukkan hasil nyata,” tegasnya, Rabu (25/2/2026).
Tokoh masyarakat Lima Puluh, Zen, bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai ironi keamanan. “Ini wilayah Mako Polres. Kalau di sini saja bisa marak pencurian, bagaimana di daerah yang jauh dari pusat pengamanan?” ujarnya.
POLA KEJAHATAN DAN PERTANYAAN PENGAWASAN?
Berdasarkan penelusuran informasi di lapangan, modus pencurian disebut terjadi pada jam-jam rawan, menyasar rumah yang ditinggal pemiliknya. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi apakah seluruh kasus memiliki keterkaitan pelaku yang sama atau berdiri sendiri.
Minimnya keterbukaan progres penyelidikan menimbulkan kesan lambannya respons. Padahal, menjelang bulan Ramadan, potensi peningkatan aktivitas kriminal kerap menjadi perhatian nasional. Evaluasi patroli rutin, penguatan Bhabinkamtibmas, hingga pemanfaatan CCTV kawasan menjadi isu yang kini dipertanyakan efektivitasnya.
Pernyataan Polisi dan Ujian Profesionalisme
Kanit Resum Polres Batu Bara, Ipda Ade Masry, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku dan tengah memanggil saksi-saksi untuk pemeriksaan lanjutan.
“Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini proses pemanggilan saksi sedang berjalan,” ujarnya.
Namun publik menilai pernyataan tersebut harus segera dibuktikan dengan tindakan konkret. Klaim administratif tanpa penangkapan berisiko memperdalam ketidakpercayaan masyarakat.
DESAKAN EVALUASI INTERNAL
Rangkaian pencurian ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan wilayah. Transparansi progres penanganan perkara, intensifikasi patroli, serta publikasi resmi perkembangan kasus menjadi langkah mendesak untuk memulihkan rasa aman.
Jika dalam dua bulan 16 rumah dapat dibobol tanpa pengungkapan yang jelas, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar harta benda warga, tetapi kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Masyarakat kini menunggu bukan hanya janji penindakan, melainkan bukti nyata bahwa keamanan di Batu Bara benar-benar menjadi prioritas.
(Tim/Kasat)