PLN Klaim 231 Penyulang Sudah Normal, Namun Tanjung Tiram Masih
PLN Klaim 231 Penyulang Sudah Normal, Namun Tanjung Tiram Masih Gelap: Warga Soroti Ketimpangan dan Sikap Tertutup ULP PLN
Kasatnews.id , Batu Bara – Melalui brosur resmi “Update Info Kelistrikan Sumatera Utara” menyampaikan bahwa pemulihan pascagangguan blackout di wilayah Sumatera terus dilakukan secara bertahap. Dalam keterangan resmi tersebut disebutkan bahwa hingga Sabtu (23/5) pukul 12.30 WIB, sebanyak 231 penyulang dari total 540 penyulang terdampak telah berhasil dipulihkan.
PLN juga menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat masalah transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipicu cuaca ekstrem. Bahkan dalam pernyataan yang disampaikan pihak PLN, pasokan listrik di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga Riau disebut sudah mulai kembali normal.
Namun fakta di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar dari masyarakat . Hingga kini, sejumlah wilayah di Tanjung Tiram masih mengalami pemadaman total, sementara wilayah Talawi yang disebut berada dalam satu jalur dan satu naungan ULP PLN sudah menikmati listrik kembali.
Ketimpangan ini memicu keresahan warga karena dinilai tidak masuk akal. Masyarakat mempertanyakan mengapa jalur Talawi bisa menyala lebih dahulu sementara Tanjung Tiram tetap gelap, padahal sama-sama berada di bawah pengawasan .
Saat dikonfirmasi mengenai status jalur Talawi apakah berada di bawah ULP PLN Tanjung Tiram atau ULP PLN Lima Puluh, Kepala ULP PLN Tanjung Tiram justru menjawab bahwa wilayah tersebut berada di bawah ULP PLN Tanjung Tiram sendiri. Pernyataan itu semakin mempertegas kejanggalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Kepala ULP PLN Tanjung Tiram mengakui pihaknya masih menunggu informasi terkait jalur penyulang untuk menerima pasokan listrik kembali.
“Sudah ada 231 penyulang yang nyala, seluruh Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau pak,” ujar pihak ULP PLN Tanjung Tiram.
Pernyataan tersebut justru memancing kritik masyarakat karena dianggap tidak menjawab substansi persoalan utama: mengapa Tanjung Tiram belum juga mendapat aliran listrik sementara wilayah lain sudah normal.
Warga menilai pihak PLN terlalu tertutup dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Tidak adanya kepastian waktu pemulihan membuat masyarakat hidup dalam ketidakjelasan. Dampaknya bukan hanya soal penerangan rumah, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar warga seperti air bersih, aktivitas memasak, usaha kecil, hingga kegiatan ekonomi masyarakat yang lumpuh akibat listrik belum menyala.
Desa-desa seperti Kampung Lalang disebut masih bertahan dalam kondisi gelap gulita tanpa kejelasan kapan listrik kembali normal. Kondisi ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap pelayanan PLN yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.
Masyarakat kini mendesak serta pimpinan PLN di tingkat cabang agar segera turun tangan memberikan penjelasan terbuka kepada publik dan memastikan seluruh wilayah mendapat perlakuan yang sama dalam proses pemulihan listrik pasca blackout. (Tim/Kasat)