Kasat News Kasat News

Breaking News

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan iPad Pro Rp28

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Memandang Kebutuhan Negara Untuk Memperoleh Pemimpin Yang Efektif
Politik

Memandang Kebutuhan Negara Untuk Memperoleh Pemimpin Yang Efektif

by kasatnews Maret 1, 2023 0 Comment

Kasatnews.id , Jakarta – Dalam banyak hal kita sering melihat perspektif persoalan pada sudut yang berbeda, sehingga hal itu semakin menyebabkan pandangan dan pendapat yang beragam, walau semuanya belum tentu salah, akan tetapi pada sisi penelaahan lebih jauh hal semacam itu dapat terlihat bahwa apa dan bagaimana suatu pendapat itu teruji yang tentu secara arif bisa diterima oleh semua pihak. Sebab dalam argumentasinya semua faktor yang menyelimuti pendapat itu tidak mengenal istilah kebetulan benar secara objektif.

Terdapat 3 hal dasar dari seseorang ketika menjalani proses pembelajaran suatu ilmu hingga memperoleh pengalaman terhadap bidang yang digelutinya, hal itu didasari bahwa, pertama bagaimana kebutuhan terhadap suatu ilmu tersebut untuk dipelajari, kedua kemampuan daya serap dari seseorang yang mempelajarinya, ketiga sejauh mana ilmu tersebut dapat di implementasikan hingga memiliki pengaruh pada sebab akibat yang menjadi masukkan informasi baru bagi pengalaman seseorang dari proses terapan yang dilakukannya. Oleh karenanya, terukurnya aspek keilmuan dan pengalaman seseorang akan terlihat ketika dirinya melalui proses implementasi yang dilakukannya.

Dalam realita keseharian yang kita temui pun sering ada yang bisa menerapkan pengetahuan apa yang dimilikinya, namun sulit dalam mengungkapkannya melalui kata-kata, oleh karena tidak memiliki sumber ilmu yang secara sistematis dalam mengungkapkan proses tersebut, namun disisi lain ada yang pandai bicara akan tetapi tidak memiliki pengalaman yang sesuai dengan keilmuannya. Hal itu semata-mata hanya sebatas mempelajarinya secara teori dari kampus-kampus dimana orang tersebut mendapatkan ilmunya. Hal seperti ini banyak terjadi diberbagai lembaga atau organisasi, baik pemerintah mau pun swasta.

Jenjang pengalaman yang didapat pun semakin bertingkat-tingkat manakala kompleksitas pengalaman dalam kepesertaan berorganisasi seperti perusahaan atau lembaga itu semakin besar dan berkembang. Maka tentu dibutuhkan waktu yang lebih panjang pula untuk melakukan adjustment terhadap penguasaan bidang-bidang yang tersedia, banyak dipahami bahwa berbeda bidang-bidangnya, maka akan berbeda-beda pula cara atau strategy mendekati sekaligus menguasai dari praktek apa yang digelutinya. Keterpaduan antara knowladge dan pengalaman itulah yang menjadi knowhow bagi seseorang yang menjadi skill dalam bidang-bidang tertentu.

Tanpa menjalani proses demikian, seseorang tidak akan pernah merasakan pengalaman, apalagi menjadikan dirinya sebagai berkembang, atau sumber pengambang baru yang pada gilirannya menjadi perencana yang handal dalam skema kebutuhan dan pengembangan perusahaan atau lembaga dari instansi dimana seseorang itu bekerja. Sebab pengendalian pada bidang-bidang tersebut memang membutuhkan feedback dari apa yang diamati dan dialami oleh seseorang. Sehingga proses tersebut tidak dapat hanya diraba-raba atau sekedar menduga-duga semata. Apalagi proses tersebut menyangkut kebutuhan pengembangan konsep baru.

Begitu pula jika seseorang dalam konteks memimpin pada suatu perusahaan yang terkait dengan pengembangan usahanya, apakah perlu melakukan rekayasa atas tambahan modal usaha tersebut untuk secara produktif dapat berkembang (pembuatan unit usaha baru / ekspansi), atau justru melihat kebutuhan modal terhadap lajunya permintaan keatas output produksi yang tidak lagi mampu menutupi kebutuhan pasar secara maksimal, hingga dibutuhkan tambahan modal kerja bagi peningkatan volume produksi guna menutupi kebutuhan pasar tersebut. Dalam sisi inilah seseorang akan mengambil kebijaksanaan dalam merespon permasalahan internalnya.

Uraian ini hanya upaya mengilustrasikan bahwa pengendalian sebuah organisasi membutuhkan serangkaian penjelasan dari hal semacam itu, agar siapapun dapat berakselerasi dan melakukan adjustment yang layak dari kedudukan dan posisi apa yang memungkinkan seseorang yang pada akhirnya mampu menguraikan suatu permasalahan dan mengendalikan organisasi atau lembaga yang dipimpinnya menjadi efektif dan efisien dalam berbagai aspek penerapannya. Tentu saja banyak hal-hal lain yang tidak terungkap didalam tulisan ini, oleh karena terbatasnya ruang penulisan yang tersedia.

Namun secara garis besar, kita tentu sedikit terhantarkan dari cara berfikir, bahwa siapapun membutuhkan jenjang bertingkat yang harus dilalui, serta waktu yang cukup untuk memperoleh pengalaman yang dibutuhkannya. Termasuk pada fenomena politik, dimana ketika kita berbicara mengenai kedudukan seorang Presiden, sejauh mana anda yakin jika seseorang menduduki jabatan itu yang tidak membutuhkan pengalaman dan waktu untuk terjadinya proses fack finding sebagaimana uraian diatas. Sebab begitu banyak sektor-sektor yang harus dikuasainya, walau terdapat sederet menteri yang membantunya, tidakkah posisi presiden itu setidaknya menguasai secara global dari berbagai aspek pengendalian yang harus dikuasainya.

Kepemimpinan dan masa jabatan Presiden selama 5 tahun, membutuhkan waktu untuk mencari dan mengumpulkan data atau fakta sebelum melakukan tindakan serta mengambil kebijakan terhadap persoalan bangsa. Sebab tidak seorang pun sebelum menjabat presiden pernah mengalami circle seutuhnya sehingga dapat disebut orang yang berpengalaman kecuali dirinya selaku incumbent. Bahwa Jokowi memiliki jenjang karir sejak beliau selaku walikota, Gubernur, hingga saat ini pada periode kedua pada jabatan Presiden, tentu banyak memahami secara cermat, sekaligus memiliki pengalaman yang merupakan modal tertinggi dari berbagai rangkaian yang dialaminya.

Penulis : Andi Salim
Editor : Khairil Aswat

Tags: GTI. Kebutuhan Negara Pemimpin Efektif
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu Bara BK

April 14, 2026
Nasional

Sosialisasi Perda Sistem Kesehatan Kota Medan, Edi

April 14, 2026
In Case You Missed
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1,

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu

April 14, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.