Kasat News Kasat News

Breaking News

Misteri Dua Korban Tewas di Ruko Indrapura ACC, Dugaan Paparan

PLN Klaim 231 Penyulang Sudah Normal, Namun Tanjung Tiram Masih

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Bagaimana Mengevakuasi Kritik Jalur Politik Oposisi Informal
Politik

Bagaimana Mengevakuasi Kritik Jalur Politik Oposisi Informal

by kasatnews Agustus 1, 2023 0 Comment

Kasatnews.id , Jakarta – Pidato Rocky Gerung mengajak elemen masyarakat untuk cari gara-gara pada tanggal 10 agustus 2023 nanti. Narasi yang beliau sampaikan pada konteks pidatonya itu bertujuan untuk buka perkara, dimana perkara yang beliau maksudkan ditujukan kepada presiden Jokowi atas berbagai hal yang ditudingnya sebagai janji-janji yang pernah diucapkan jokowi terkait dengan revolusi mental namun saat ini tujuan kearah sana dinyatakan Rocky telah berhenti dari sasarannya.

Pernyataan yang dimaksudkannya itu untuk menuding bahwa jokowi tidak ingin adanya konfrontasi antara yang menindas dengan pihak-pihak yang ditindas. Pandangan sekaligus ajakannya itu disampaikannya dihadapan Forum Aliansi Aksi Sejuta Buruh pada tanggal 31 Juli 2023 kemarin. Bahkan dalam kesempatan yang berbeda, Rocky tidak segan-segan menyebutkan Jokowi sebagai “Bajingan yang Tolol”. Namun entah mengapa, dirinya seolah-olah tidak tersentuh oleh hukum di tengah kemelut pernyataannya yang sarat akan kontroversi.

Kekecewaan yang sama pun disampikan oleh Surya Paloh yang disebutkannya sejak pada tahun 2014 lalu dengan seluruh kekuatan dan energi yang Nasdem miliki untuk mendukung Jokowi secara totalitas dimana Jokowi kala itu sebagai Calon Presiden agar menjadi Presiden di republik ini dengan harapan adanya konsepsi, pemikiran dan gagasan yang sama antara jokowi dengan apa yang di perjuangkan Nasdem untuk mendapatkan progres kemajuan berbangsa dan bernegara akan jauh lebih hebat dimasa kepemimpinan Jokowi tersebut. Namun di simpulkan Surya Paloh jika pada kenyataannya saat ini bahwa harapan yang mereka inginkan itu tidak sesuai dengan kenyataan. Celah inilah yang menjadi dugaan atas pernyataan Rocky Gerung bahwa kalau elit saling membunuh maka rakyatlah yang akan selamat dari cara berpikir suatu komplotan yang dimaksudkannya.

Kepiawaian Rocky Gerung dalam menghangatkan suhu politik saat ini sering sulit ditandingi manakala para pendebatnya justru mengikuti alur cerita sebagaimana yang sering disampaikannya. Bahkan tak sedikit pula yang mencoba mendaki ketinggian pemikiran beliau atas berbagai temuan yang acap kali diungkapkannya ke publik dengan cara-cara yang emosional.

Walau dalam berbagai pernyataannya, Rocky sedikit mengambil fakta-fakta untuk dikomparasikan dengan keadaan yang aktual saat ini, namun hal itu sebenarnya lebih kepada opini guna mengambil rekayasa dari sebuah perdebatan pemikiran. Tentu saja siapapun lawan debatnya akan terseret pada fokus dari tema apa yang digoreng olehnya. Cara inilah yang begitu ampuh untuk mempecundangi lawan-lawan politiknya saat ini. Akan tetapi, harus diakui bahwa publik semakin menggemari tak tik dan strategi komunikasi dari bagaimana beliau mengkemas itu semua.

Landasan pemikiran filsafat sebagai disiplin ilmu yang dikuasainya praktis mematahkan argumentasi siapa saja yang saat ini berada pada posisi yang berseberangan dengan dirinya sebagai lawan debat kusir pemikiran yang beliau sampaikan. Bahkan dalam kesempatan kuliah lain, Rocky Gerung mengatakan bahwa filsafat tidak mungkin arogan. Sejak awal filsafat merupakan pertengkaran pikiran dengan alat dialektika dan logika.

Eksploitasi dari arogansi di dalam wilayah filsafat akan menyebabkan pikiran terhenti. Filsafat yang dibicarakan di sini bukan filsafat sebagai bidang studi. Filsafat adalah intervensi manusia terhadap establishment. Musuh bebuyutan filsafat adalah finalitas. Proposisi utama filsafat adalah menghubungkan kontrafinalitas sebagai upaya membuka percakapan rasional dan sosial. Dilanjutkannya bahwa filsafat berfungsi untuk menginterupsi arogansi oleh karena kekurangan pikiran yang sering diasuransikan pada kekuasaan.

Lebih lanjut Rocky mengatakan salah satu hal yang menyuburkan arogansi adalah conspiracy of silence di kekuasaan itu sendiri. Dialektika yang dikembangkannya semakin menarik minat para pencari bantahan atas kedudukan dan fungsi logika yang saat ini berperan dalam ketimpangan sosial. Lawannya tentu saja mereka yang gemar menampakkan sikap perfeksionis dan acap kali memasang kemapanan dalam menyampaikan pemikirannya. Dimana aliran perfeksionis selalu menetapkan standar tinggi terhadap kinerja dan kepribadian mereka.

Tentu saja tanpa disadari bahwa konsep kemapanan tidak akan pernah sempurna oleh karena kesempurnaan itu sendiri akan terkait erat dengan ruang dan waktu, sehingga kemapanan dengan sendirinya menjadi harapan yang tak kunjung absolut dalam setiap pemikiran-pemikiran yang disampaikan oleh siapapun. Disinilah kekuatan Rocky Gerung sebagai penjegal dan penjagal yang menyembelih siapa pun melalui berbagai argumentasi yang kemukakannya.

Dari cara komunikasi yang disampaikannya sudah barang tentu mendatangkan perdebatan yang sengit dan memancing siapapun yang kontra akan pandangannya. Layaknya juara bertahan dan sering mengumbar ucapan bagi petarung-petarung lain untuk naik ke panggung guna hadir sebagai lawan tangguhnya. Dari cara dan strategi komunikasi yang dimilikinya sudah barang tentu mendatangkan perdebatan yang sengit sekaligus memancing siapapun yang kontra akan pandangannya.

Layaknya juara bertahan dengan segudang gaya entertainment yang dikuasainya hingga tak jarang pula mengumbar ucapan-ucapan yang merendahkan orang, golongan atau kelompok lain agar mendorong para jagoannya untuk naik ke arena panggung debat diberbagai kesempatan untuk hadir sebagai lawan tangguhnya, menjadi sorotan tersendiri baik dari khalayak intelektual seantero negeri ini, maupun para politikus koalisi pemerintah yang memang selalu geram namun sulit pula dalam menghadapi sosok yang satu ini.

Prof. Rhenald Kasali, Adian Napitupulu, Ali Mochtar Ngabalin dan Fadjroel Rahman adalah sederet nama-nama yang dipecundangi oleh kenakalan pemikiran Rocky Gerung selama ini.
Bahkan dari pernyataan yang beliau sampaikan sebagaimana pada awal penulisan diatas yang menyebutkan Jokowi sebagai Bajingan dan Tolol, dengan sikap emosionalnya para pendukung Jokowi itu melaporkan dirinya ke pihak kepolisian untuk menjeratnya secara hukum.

Reaksi dari sejumlah Relawan Presiden Joko Widodo yang ramai-ramai mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan untuk membuat laporan tersebut yang salah satu di antaranya adalah Barisan Rakyat Jokowi Presiden atau Bara JP, dimana Sekjen mereka Sdr. Relly Reagen menyebut orasi Rocky Gerung sudah keterlaluan. Namun pihak Bareskrim lagi-lagi menolak laporan tersebut dengan menyarankan agar Bara JP hanya membuat aduan, bukan laporan. Berita tersebut telah diberitakan melalui Wartakotalive.com tertanggal 1/8/2023 minggu lalu.

Sebab, jika membuat laporan polisi, maka harus ada klarifikasi dari pihak yang merasa dirugikan dalam hal ini Presiden Jokowi. Hal ini tentu saja menyebabkan langkah hukum atas pengaduan relawan jokowi ini terhenti, disamping sederet langkah hukum lain yang sebelumnya dilakukan atas berbagai penghinaan dan kritik dari pernyataan Rocky yang menyebut Jokowi sebagai manusia “dungu” dan lain sebagainya.

Namun anehnya, relawan jokowi yang sering menyebut dirinya sebagai pihak yang terdekat seperti Projo tidak nampak pembelaannya terhadap hal semacam ini. Apakah ini dugaan seperti yang disebutkan Rocky sebagai pihak yang diam setelah mendapatkan amplop dari penguasa tersebut. Sebab walau bagaimana pun pada kesempatan yang berbeda Rocky menyebutkan jika dirinya tidak membenci Jokowi yang artinya beliau hanya mengkritik untuk memancing para orang-orang disekitar Jokowi yang justru terkesan menjadi komplotan yang menikmati kekuasaan itu sendiri.

Penulis : Andi Salim

Tags: GTI. Kritik Oposisi Politik.
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Batu Bara

Misteri Dua Korban Tewas di Ruko Indrapura

Mei 23, 2026
Batu Bara

PLN Klaim 231 Penyulang Sudah Normal, Namun

Mei 23, 2026
Batu Bara

Listrik Menyala Tak Merata, Warga Tanjung Tiram

Mei 23, 2026
Batu Bara

Ketua DPRD Batu Bara Minta Polemik PPPK

Mei 23, 2026
In Case You Missed
Batu Bara

Misteri Dua Korban Tewas di

Mei 23, 2026
Batu Bara

PLN Klaim 231 Penyulang Sudah

Mei 23, 2026
Batu Bara

Listrik Menyala Tak Merata, Warga

Mei 23, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.