Dukung Aksi Mahasiswa Lapor ke Kejagung FKPPN Minta Presiden Copot
Dukung Aksi Mahasiswa Lapor ke Kejagung FKPPN Minta Presiden Copot Dirut PT Agrinas Palma Hingga Menko Pangan
Kasatnews.id, Medan- Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) menyatakan sangat mendukung langkah dan aksi kalangan mahasiswa di tanah air, khususnya Jakarta terkait evaluasi dan tata kelola mega proyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Aliansi mahasiswa mendesak penegak hukum khususnya Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar melakukan penelaahan dan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek dimaksud.
Untuk itu, mahasiswa berharap agar sejumlah nama diperiksa terkait, pelaksanaan mega proyek tersebut, diantaranya Ferry Juliantoro (Menteri Koperasi), Mohammad Abdul Ghani (Dirut PT Agrinas Palma Nusantara) hingga Zulkifli Hasan (Menko Pangan).”Maka dari itu, DPN FKPPN berharap Presiden Prabowo Subianto segera mencopot ketiga nama tersebut dari jabatannya yang diemban saat ini. Hal ini perlu agar persoalan tersebut tidak semakin meluas menjadi sorotan tajam kalangan masyarakat khususnya mahasiswa,” kata Ketua Umum DPN FKPPN, Drs HN Serta Ginting dalam siaran persnya dari Jakarta yang diterima wartawan, Rabu (24/6/2026).
Disebutkan, pencopotan ketiga nama tersebut juga diperlukan sebagai sikap bersih-bersih dari bapak presiden hingga tidak menjadi pihak yang disalahkan maupun tidak serius dalam menjalankan mega proyek yang telah diluncurkan. “DPN FKPPN berharap kepada Bapak Presiden Prabowo, agar mengambil langkah sebagaimana dilakukannya terhadap para pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional). Yakni dicopot, lalu kemudian dilakukan penyelidikan oleh Kejaksaan Agung,”sebut Serta Ginting yang juga mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Maka dari itu, Serta Ginting mengaku yakin Presiden Prabowo merupakan sosok yang mengerti dan menyikapi terhadap persoalan yang terjadi di tanah air. “Kita yakin dan percaya kepada Bapak Presiden.Prabowo merupakan sosok yang tegas dan tidak neko-neko dengan adanya tindakan penyalahgunaan keuangan negara, khususnya mega proyek yang sangat baik dan positif untuk rakyat Indonesia tersebut dinodai,”tegasnya.
Seperti, lanjut Serta Ginting, pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu mega proyek prioritas Presiden Prabowo yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, memeratakan ekonomi dari bawah, dan mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Program ini juga diwujudkan untuk merealisasikan visi Asta Cita agar desa menjadi pusat pertumbuhan baru.
Sebelumnya diberitakan, aliansi mahasiswa yang terdiri dari HMI, GMNI, dan PMII telah melakukan aksi demonstrasi bahkan menyerahkan langsung laporan dugaan korupsi proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (10/6/2026) dan (11/6/2026). Mereka menyoroti potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp112 triliun dan menuntut audit menyeluruh terkait tata kelola program tersebut.
Dalam aksinya tersebut, mahasiswa menyebut dan menyeret sejumlah nama pejabat di tanah air. Diantaranya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantoro, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani hingga Menko Pangan, Zulkifli Hasan.(jam)