INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu
Bupati Tapteng Harus Adil Dalam Penanganan Bencana, Bakhtiar Sibarani: Jika Tidak Mampu Surati Pemerintah Pusat
Kasatnews.id, Medan – Memasuki dua minggu terjadinya bencana banjir dan longsor melanda di sejumlah kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng),khususnya di Kecamatan Barus, Selasa (25/11/2025) yang telah menghancurkan puluhan rumah dan merendam ratusan rumah warga. Namun hingga kini, Sabtu (6/12/2025), pihak Pemkab Tapteng khususnya di Kecamatan Barus belum juga turun menemui dan memberikan bantuan bahan pangan hingga penanganan dan pembersihan sejumlah titik dan fasilitas umum lokasi terdampak banjir.
Informasi diperoleh dari warga di Barus mengaku bermarga Marbun, mengakui belum adanya turun dari pihak Pemkab Tapteng. “Memang benar-benar parah kali pihak Pemkab Tapteng kali ini, sampai sekarang belum ada turun menemui warga maupun memberikan bantuan apalagi menurunkan alat berat atau lainnya untuk membersihkan sisa banjir, seperti rumah dan fasilitas umum,”kata Marbun.
Menyikapi kondisi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Tapteng khususnya di Kecamatan Barus, Tokoh Masyarakat Sumut yang juga Putera Daerah Barus, Bakhtiar Ahmad Sibarani, SH, MH mengaku prihatin melihat perhatian dan penanganan diberikan oleh Pemkab Tapteng. Bakhtiar menegaskan, seharusnya kepala daerah bertindak adil dalam menangani bencana yang dialami oleh warganya.
“Kita minta pemerintah adil dalam menangani 20 kecamatan di Tapteng. Selaku bupati pak Masinton akan berpikir bagaimana akan menjumpai masyarakatnya,”kata Bakhtiar Sibarani yang juga Mantan Bupati Tapteng kepada wartawan usai melihat langsung sejumlah titik lokasi bencana di Kecamatan Barus.
Sebab, lanjut Bakhtiar, perhatian pemerintah daerah saat ini sangat dibutuhkan. “Karena banyak daerah yang terdampak bencana. Ada di Tukka, ada si Sibabangun, Badiri, ada Pandan bahkan. Selain itu Kolang, Andam Dewi, Barus, banyak daerah yang terdampak hingga Sorkam tanggulnya jebol,”katanya.
*Kita yakin sudah barang tentu pak bupati banyak pikiran. Namun yang tidak boleh itu, bupati diam di tempat tapi aktf lah,”.kata politisi Partai NasDem ini.
Untuk itu, Bakhtiar meminta Bupati Tapteng turun ke lapangan, melihat dan menemui masyarakatnya. Sebab, kondisi bencana terjadi di Tapteng saat ini membutuhkan dukungan yang kuat dari semua pihak khususnya pejabat pemerintahnya.
“Mari kita dorong pemerintah baik kabupaten, provinsi dan pusat untuk membangun yang rusak terdampak banjir. Pak Masinton, jangan ragu kalau tidak mampu katakan tidak mampu, surati pemerintah pusat agar kabupaten Tapteng jadi perhatian bersama,”tegasnya.
Sebab, lanjut Bakhtiar, Presiden Prabowo sendiri juga telah turun ke daerah-daerah yang terdampak bencana khususnya di Tapteng. “Alhamdulillah pak Prabowo sudah kesini (Tapteng). Begitu juga pejabat pemerintah pusat lainnya,”sebutnya.
Camat Barus
Begitu juga kepada Camat Barus, Bakhtiar meminta agar turun menemui masyarakatnya yang terdampak bencana. “Saya dengar camat Barus saat ini tidak ada di Barus. Masyarakat akan lebih tenang jika ada bersama pemimpinnya,”ujarnya
Untuk itu, Bakhtiar minta Bupati Tapteng agar memberi perhatian ke Camat Barus. “Bupati jangan paksakan orang yang tidak mampu jadi camat. Begitu juga camat, kalau tidak sanggup jadi camat sampaikan ke atasannya, bupati, biar diganti,”tegasnya.
Sebab kalangan masyarakat di Barus mengakui sejak hari pertama terjadinya bencana hingga saat ini, Camat Barus samasekali belum ada menemui masyarakat korban bencana. “Jadi bagaimana seorang camat mau melaporkan ke atasannya, jika dia sendiri tidak ada di kecamatannya,” sebutnya.
Begitu juga, jelas Bakhtiar, bagaimana seorang camat bisa menenangkan masyarakatnya jika dirinya tidak berada di Barus. “Kita lihat kan selama ini camat orang bagus, jadi datang saja dan jumpainlah masyarakat,”sebutnya
Namun dia mengakui prihatin dengan adanya sejumlah penjarahan di Barus. “Mungkin hal itu disebabkan masyarakat dalam keadaan lapar, tapi jika ada yang mencuri laptop itu salah. Tapi parahnya jika ada camat menimbun bantuan atau makanan apalagi bahan bakar minyak itu lebih salah lagi,”tegasnya. (Jam)
.