Anggota MPR Romo Syafi’i : Polarisasi Ideolog di Pemilu Bisa Mengganggu Stabilitas Politik Indonesia
KasatNews.id, Medan – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi Partai Gerindra, H.R.Muhammad Syafi’i, SH, MHum mengatakan polarisasi ideologi dalam Pemilihan Umum dan Pilpres dapat mengakibatkan ketegangan politik yang berkepanjangan, perpecahan masyarakat, dan kesulitan mencapai konsensus. Sehingga hal ini dapat mengganggu stabilitas politik Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan H.R.Muhammad Syafi’i akrab disapa Romo Syafi’i saat menjawab pertanyaan warga disela-sela melaksanakan sosialisasi Anggota MPR-RI di daerah pemilihan (Dapil) Kota Medan, Sabtu tanggal 2 September 2023.
Romo Syafi’i dalam siaran persnya diterima dari Rumah Aspirasi Romo Center, Senin (25/9/2023) menjelaskan sosialisasi Dapil dihadiri 150 peserta itu dari Masyarakat Sipil Peduli Pemilu Damai membahas tema Paradoks Nilai Pancasila Dalam.Konteks Polarisasi Akibat Pemilu dan Pilpres. Dalam sesi tanya jawab seorang peserta mengaku ibu Halimatussakdiyah mempertanyakan apa dampak dari polarisasi ideologi dalam konteks pemilihan dan pilpres terhadap stabilitas politik Indonesia.
Menjawab hal itu, Romo menyatakan bahwa polarisasi ideologi dalam pemilihan dan pilpres dapat mengakibatkan ketegangan politik yang berkepanjangan, perpecahan masyarakat, dan kesulitan mencapai konsensus. Ini dapat mengganggu stabilitas politik Indonesia.
Begitu juga pertanyaan warga soal asimetrinya informasi dapat mempengaruhi integritas proses politik dan demokrasi di Indonesia. “Asimetri informasi dapat digunakan untuk memanipulasi opini publik, memengaruhi hasil pemilihan, dan merusak proses politik yang adil. Ini dapat mengancam integritas proses politik dan demokrasi di Indonesia,”jawab Romo Syafi’i.
Lebih lanjut Romo menjelaskan, polarisasi politik yang terjadi dalam konteks pemilihan umum dan pemilihan presiden Indonesia menciptakan paradoks terkait dengan nilai-nilai Pancasila. “Walaupun Pancasila menekankan persatuan, keadilan, dan demokrasi sebagai nilai-nilai inti, polarisasi politik dapat mengancam stabilitas, kohesi sosial, dan prinsip-prinsip demokrasi,”kata Romo Syafi’i yang juga Anggota Komisi III DPR RI.
Dijelaskan Romo bahwa akar penyebab polarisasi meliputi identitas politik yang kuat, peran media sosial, dan konflik elite politik. “Paradoks muncul karena Pancasila diakui sebagai dasar ideologi negara, namun konflik antara nilai-nilai Pancasila seperti persatuan dan kebebasan berekspresi menjadi perdebatan. Polarisasi juga dapat mengancam demokrasi sebagai salah satu nilai utama Pancasila,”jelas Romo.
Untuk mengatasi paradoks ini, lanjut Romo, diperlukan upaya bersama. Pendidikan politik yang lebih baik, dialog, toleransi, pengawasan media sosial yang ketat, dan kepemimpinan moral dari pemimpin politik dan masyarakat sipil adalah langkah-langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Pancasila dan dinamika politik yang ada. Dengan cara ini, mungkin saja Indonesia dapat mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila dalam konteks polarisasi politik saat ini dan membangun masyarakat yang lebih bersatu dan demokratis.(jam)