INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu
Jans Sembiring: “Tidak Mesti Kaya Baru Bisa Bersedekah, Bantu lah Orang Susah Maka Allah Akan memberi Ganjarannya”
Kasatnews.id , Jakarta – Sebagai petualang dari mantan prajurit hingga kini menjadi pengusaha sukses di bidang nya, H. Janmat Sembiring SE si anak “Tanjung Kubah” itu tidak pernah lupa dengan kegiatan rutin disetiap hari jumat berkah nya dengan berbagi rejeki kepada kaum dhuafa dan para anak Yatim.
H. Janmat Sembiring yang kini meniti karier di ibukota DKI Jakarta dengan berbagai kegiatan yang dia lakoni terbilang sukses merahi dunia nya.
” Saya tetap bersyukur, mungkin ada rahasia Allah dibalik itu semua sehingga sekarang bisa berkiprah di Jakarta, sebagai Stafsus PPIR Pusat dan Stafsus di Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit Departemen Pertahanan (YPPSDP) dibawah naungan Kemenhan yang dipimpin, Mayjen (Purn) Musa Bangun, Saya sudah merasa kan semua nya, mungkin ini jalan saya menuju Akhirat.” jelas H. Janmat Sembiring SE yang akrab di panggil Bung Jans Sembiring
Kehidupan Jans Sembiring yang di kelilingi para Pejabat tinggi, Pengusaha dan Perwira tinggi (Jendral) aktif maupun Paripurna tidak membuat nya lupa untuk tetap berbagi kepada yang membutuhkan, terutama kepada kaum dhuafa dan para anak yatim/piatu di setiap kesempatan Jumat berkah nya.
Jans Sembiring selaku umat muslim selalu mempedomani isi ayat alquran sebagai mana pedoman nya dalam surat QS Al Isra: 34 “ Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.”
Sosok Jans Sembiring tidak diragukan lagi terhadap kecintaan nya kepada anak yatim.

Maka sudah tak heran jika ratusan bahkan ribuan para anak yatim Batu Bara khususnya di Indrapura, nama Jans sembiring menjadi sebutan bagi para anak yatim dan kaum dhuafa.
Sebabnya, Jans Sembiring sudah dikenal sebagai pengusaha sukses di Ibukota Jakarta sehingga membawa keberkahan tersendiri ketika Jans pulang kampung halaman untuk menyantuni anak yatim dan dhuafa.
“Mengapa saya sangat cinta dengan anak yatim, karena saya dan saudara saya juga jadi anak yatim sejak kecil dan saya sudah merasakan sakitnya ketika rindu dengan sosok ayah. Sehingga saya tetap menyisihkan sebagian rezeki saya untuk menyantuni anak yatim, saya ingin anak yatim di kampung halaman saya tidak merasakan apa yang saya alami,” ucap Jans sembari menyapu air matanya.
Jans juga berpesan kepada masyarakat yang mampu, agar bersama-sama membantu warga miskin dan dhuafa serta para anak yatim/piatu agar dapat meringankan beban sesama umat. ” Jangan tunggu ketika punya harta (uang) kita baru bisa sedekah, Percayalah, orang yang gemar membantu orang miskin akan mendapatkan ganjaran nya dari Allah SWT. ” Tegas Jans
Jans juga menyebutkan bahwa dalam satu surat Al. Maun sebagai pedoman hidup nya.

Wahai orang -orang yang beriman : ” Tahukah kamu (orang-orang) yang mendustakan agama?, yaitu adalah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang-orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang melaksanakan sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya. Orang-orang yang berbuat riya. Dan enggan menolong dengan barang-barang berguna.!” Ujar Jans dengan teguh dan mantap.
(Tim/Kasat)