Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Komitmen
Pemerintah RI Siapkan Strategi Antisipatif Perang Dagang Tarif Resiprokal AS
Kasatnews.id | Jakarta – Adanya kebijakan tarif AS diperkirakan akan meningkatkan risiko ketidak pastian keuangan global. Hal ini ditandai, menjelang ataupun setelah diumumkan nya kebijakan tarif resiprokal, hampir seluruh indeks bursa saham di berbagai negara merosot jatuh.
Beberapa ekonom dunia pun berpandangan bahwa kebijakan tarif resiprokal ini juga akan meningkatkan inflasi AS, memperlambat penurunan suku bunga bank sentral AS, memperkuat indeks mata uang dollar, meningkatkan hutang AS, menjadi pemberat pertumbuhan dan bahkan berpotensi mengerah pada resesi ekonomi AS.
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir menilai pemerintah perlu merumuskan langkah antisipatif jangka pendek untuk mencegah terjadinya spill over atau membanjirnya berbagai produk asing ke Indonesia dari negara-negara yang terdampak.
Adies pun menilai semangat dan upaya tetap menjaga dan memelihara hubungan baik dengan negara mitra dagang perlu dilakukan pemerintah melalui diplomasi dan negosiasi patut didukung.
“kita perlu terus memantau dinamika global yang sedang berlangsung. Kami juga memandang perlu penyampaian narasi dan komunikasi yang terpadu, konsisten dan berkelanjutan untuk memitigasi, mengurangi ketidakpastian, meredam sentiment negatif dan menepis keraguan baik investor ataupun pelaku pasar” Ujar nya
Strategi menghadapi tarif resiprokal AS, Indonesia harus bergerak cepat agar dampak dari kebijakan tarif resiprokal AS yang akan tersebar dampak nya pada 180 negara. Terutama pada Negara Indonesia yang dikenakan tarif dasar 10% dan akan bertambah naik menjadi 32%.
Dari produk yang terdampak atas daya saing produk RI terhadap kebijakan tarif resiprokal AS menjadi turun diantaranya produk nya, Elektronik, tekstil, alas kaki, palm oil, karet, furnitur,udang dan produk perikanan laut.
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir memberikan usulan terkait kebijakan tarif resiprokal yang di rilis Anerika Serikat (AS) pada 2 April 2025 di acara Liberation Day.
Menurut nya lagi, ” Adanya kebijakan tersebut membuat babak baru perang dagang dunia versi 2.0 dimulai kembali, Kami dari DPR RI mendukung adanya langkah-langkah dan upaya koordinatif mitigasi resiko instabilitas keuangan yang mungkin dapat saja terjadi dalam jangka pendek ini. Untuk itu Indonesia mulai melakukan peningkatan daya saing dan kualitas iklim investigasi serta menjaga kepercayaan pelaku pasar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.” Pungkas nya
Dari usulan yang di maksud wakli ketua DPR RI Adies Kadir untuk mengahdapi strategi tarif resiprokal AS yang telah memulai perang dagang dunia diantaranya:
1. Negosiasi segera dengan AS
2. Fasilitas ekspore ke pasar alternatif
3. Lindungi ekspor unggulan
4. Cegah PHK massal di sektor ekspor
5. Cegah banjir produk asing ke indonesia
6. Mitigasi tekanan ke rupiah, pasar saham, suku bunga antar bank dan imbal hasil SBN
7. Narasi dan komunikasi pemerintah harus kuat dan konsisten
8. Perkuat kerjasama ekonomi dengan Asean , BRICS, OECD
9. Lanjutkan deregulasi dan reformasi strukural
10. Jaga kepercayaan investor dan pelaku pasar.
Berbagai langkah strategi yang akan di persiapkan Pemerintah RI tentu nya telah mempersiapkan langkah – langkah antisipatif dari dampak strategi tarif resiprokal AS.
Reporter : Khairil Aswat
Sumber : @DPR RI