Sosper Sistem Kesehatan Medan, Ade Taufiq: Jangan Ada Rumah Sakit
Pak Pj Bupati Batu Bara, Tolong Tanggapi Keluh Kesah Kami Para Pedagang Pasar Inpres Tg Tiram?
Kasatnews.id , Batu Bara – Merasa di abaikan soal keamanan, kenyamanan, kebersihan hingga ketertiban, para pedagang serukan ke Pj Bupati Batu Bara Nizhamul SE, MM agar memperhatikan polemik pasar Inpres Tg Tiram.
Ditambah lagi, Sulitnya Kepala Dinas Nakerprindag Bukhori saat di hubungi pihak media ini, Rabu (23/4/2024) untuk penjelasan berdiri nya kios “Siluman” dan setoran kios “siluman” Tidak mau mengangkat atau menjawab telepon dari media ini meski nada dering masuk di talian HP Android nya.
Di sebut-sebut soal setoran kios “Siluman” yang berdiri di depan areal gedung bangunan pasar inpres Tg Tiram adalah tindakan melawan hukum (pungli) yang di duga terjadi pembiaran oleh pihak pejabat Disnakerprindag.
Kemudian soal bangunan kios siluman menyebabkan akses pintu masuk tertutup hingga menyulitkan para Konsumen/ Pembeli/ Masyarakat untuk masuk berbelanja di Sal kios pasar inpres Tg Tiram.
Para pedagang pasar inpres Tg Tiram meminta agar Disnakerprindag menertibkan bangunan kios kaki lima yang berdiri tepat di depan akses pintu masuk Sal pasar Tg Tiram.
” Bangunan ilegal (siluman) pedagang kaki lima yang berada di luar membuat usaha kami yang berada di dalam gedung bangunan Sal pasar inpres Tg Tiram bagaikan “Mati Suri”.
Sebelumnya, sejumlah pedagang pasar inpres Tg Tiram telah melayang surat protes tahun 2023 lalu terkait berdiri nya kios kaki lima yang berdiri tepat di depan akses pintu masuk gedung bangunan pasar inpres tanpa ada sebarang jawaban dari Disnakerprindag hingga kini.

Belum lagi kondisi pasar inpres Tg Tiram yang semakin hari tidak karuan, Was-was para pedagang ketika para pedagang kembali pulang kerumah dan memikirkan pintu besi mulai keropos yang memudah bagi orang luar /(pencuri) masuk, atap seng nyaris bocor yang dapat merusak barang dagangan para pedagang apabila air hujan masuk, di tambah sampah saraf yang berserakan tanpa ada nya perhatian pejabat terkait.
” Jangan ngutip duit retribusi aja mau, perbaikan gedung, kebersihan, keamanan dan kenyamanan mereka (*Disnakerprindag) tidak perduli. ” Celetuk salah seorang warga pedagang pasar inpres Tg Tiram yang nama nya enggan di sebutkan
(Tim/Kasat)