Plt Kadis Pertanian Batu Bara Bungkam Soal Anggaran Sekolah Lapangan
Aksi Lempar Sendal di Kunjungan Jokowi, Legislator PKS : Penanganannya Seharusnya Humanis
KasatNews.id, Medan – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hendro Susanto menyikapi soal aksi seorang warga yang hadir pada acara Rembuk Nasional Kemerdekaan yang digelar oleh Walikota Medan. Hendro menilai seharusnya penanganan dilakukan pihak keamanan tidak berlebihan.
“Harusnya dengan cara humanis, persuasif dan baik-baik, gak perlu berlebihan. Karena ibu itukan warga negara Indonesia yang punya hak untuk ketemu dengan presidennya untuk menyampaikan uneg-uneg kehidupannya. Sedih kita melihat kejadian tersebut,” kata Hendro Susanto dalam keterangan persnya diterima wartawan di Medan, Senin (28/8/2023).
Menurut Hendro, penanganan aksi dilakukan seorang ibu kemarin selayaknya bisa diajak ngomong baik baik. “Ditanyakan, ibu mau ketemu pa presiden, ibu mau jumpa, apa yang ibu akan sampaikan, kami akan koordinasikan. Begitu kan mudah sehingga gak perlu berlebihan,”sebut wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Langkat dan Kota Binjai ini.
Sebab menurut Hendro Susanto, Presiden Jokowi jika tahu hal tersebut, pasti akan mendengarkan jeritan warganya. Karena itu keluhan warga Indonesia di Medan.
“Jadi perlu dievaluasi oleh pak Jokowi yang dikenal dengan senyuman dan logatnya yang tak pernah marah, untuk menegur pihak keamanan yabg berlebihan,”ujarnya.
Lebihlanjut Hendro juga menilai pihak keamanan tidak perlu juga mengeluarkan kalimat yang diduga mengatur-ngatur para insan pers. “Ini negara hukum, negara demokrasi, dimana dijamin oleh konstitusi, dan insan pers juga ada tupoksi untuk meliput kejadian yang sesuai fakta,”katanya.
“Jangan terkesan arogansi, dan jangan ada upaya membungkam peliputan insan pers. Jika mau diliput yang baik, ya jangan berlebihan dalam memperlakukan warga yang mau jumpa dengan presidennya,”imbuhnya.
Sebab menurutnya seharusnya diberikan pembinaan dan penyegaran bagi oknum pengamanan yang berlebihan dan terkesan arogansi. Hal ini agar kedepan lebih humanis di lapangan,”bebernya. (Jam)