Kasat News Kasat News

Breaking News

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan iPad Pro Rp28

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Seberapa Mahal Dirimu Sebab Disanalah Kehormatanmu Itu
Politik

Seberapa Mahal Dirimu Sebab Disanalah Kehormatanmu Itu

by kasatnews Maret 3, 2023 0 Comment

Kasatnews.id , Jakarta – Berapa nilai harga diri seseorang tergantung bagaimana orang tersebut menjualnya. Tanpa tedeng aling-aling, harga diri seseorang terletak seberapa mahal orang tersebut memasang bandrol hingga mampu dibeli oleh orang lain. Harga diri memang masih tabu untuk diperjual belikan, namun faktanya banyak terjadi penjualan harga diri yang dilakukan seseorang demi mendapatkan nilai ekonomi atas transaksi jual beli tersebut. Namun anehnya, mereka yang punya uang berlebih, cenderung gemar menawar harga diri orang lain dengan membelinya secara barter atau melalui uang kontan yang dibayarkannya sebagai penebus. Mereka yang membeli harga diri orang lain cenderung untuk dimanfaatkan agar yang bersangkutan melakukan kesalahan hingga memiliki rasa malu sekaligus menjadi kartu truf yang sewaktu-waktu bisa digunakan.

Harga diri adalah pandangan keseluruhan dari seorang individu tentang dirinya sendiri. Penilaian tersebut mencakup bagaimana seseorang memandang dirinya sebagai pribadi yang cakap, berharga, serta serta memiliki keunggulan tersendiri bila dibandingkan dengan orang lain. Harga diri berkaitan erat dengan cara seseorang berperilaku. Orang yang berprilaku positif cenderung memiliki harga diri yang tinggi, namun sebaliknya jika seseorang cenderung berperilaku negatif, maka sudah barang tentu harga dirinya dinilai rendah atau murah. Secara psikologis harga diri seseorang bisa diukur secara eksplisit dengan meminta orang tersebut untuk memberikan rating mulai dari sangat sesuai hingga sangat tidak sesuai terhadap sejumlah pernyataan tentang diri orang tersebut. Sehingga mereka yang menjual harga diri sering dianggap tidak memiliki prinsip dalam hidupnya.

Walau tanpa trophy pengakuan sebagai pembuktian atas ketinggian harga diri dan martabat seseorang untuk diakui secara umum, namun banyaknya orang yang ingin meningkatkan harga dirinya dengan berbagai macam cara serta ungkapan-ungkapan untuk memberikan kesan positif bagi dirinya bukanlah hal yang sulit ditemukan. Sebab bagaimana pun, mereka yang punya harga diri yang tinggi cenderung memiliki rasa percaya diri yang kuat serta lebih mampu untuk meyakinkan dirinya dalam mengemban kepercayaan dari orang lain. Sebaliknya, tanpa disadari, hilangnya rasa percaya diri seseorang justru disebabkan oleh rasa tidak aman dari penilaian orang-orang disekitar lingkungannya. Disinilah perlunya memandang keberadaan seseorang dalam suatu lingkungan terhadap martabat dan harga diri yang dimilikinya.

Harga diri adalah kesadaran akan seberapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri. Harga diri juga berarti kehormatan atau harkat dan martabat sebagai nilai seorang manusia. Sedangkan harkat memiliki pengertian pada nilai manusia sebagai mahluk Tuhan, yang dibekali daya cipta, rasa, karsa serta hak – hak dan kewajiban asasi kemanusiaannya. Pada prakteknya, orang yang mempunyai martabat dan harga diri tidak peduli dia kaya atau miskin, pasti tidak akan mau mengambil sesuatu yang bukan merupakan haknya, sehingga jika seseorang memiliki martabat dan harga diri, khususnya mereka yang dipercaya menjadi pengendali dan pengelola negeri ini, tentu tidak akan melakukan korupsi meskipun tanpa dilakukannya pemberantasan terhadap tindak pidana yang mengkhianati kepercayaan rakyat yang satu ini.

Harga diri pun tidak datang kepada seseorang dengan sendirinya. Sebab naiknya harga diri itu merupakan tempaan yang sejak kecil untuk menekan setiap pribadi agar tidak mudah tergoda oleh pemberian dan pertolongan orang lain. Harga diri pun semakin terkait dengan kemandirian seseorang melalui proses hidup yang dijalaninya. Semakin kuat kemandirian seseorang, maka semakin tinggi nilai harga diri yang dimilikinya. Walau tolong-menolong merupakan hal yang lazim ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, akan tetapi bagi pengembang harga diri, hal itu hanya terus menerus untuk dijadikan cadangan manakala keadaan yang dialaminya benar-benar mendesak saja, sehingga tidak membiarkan dirinya dibantu oleh siapapun. Termasuk mendekati guna dimanfaatkan oleh kepentingan negatif dari orang disekitarnya.

Namun persoalannya tidak sebatas itu. Jika kita menyimak kejadian beberapa hari ini, terutama mereka yang terungkap di media sosial berprilaku hedon dengan memamerkan harta kekayaannya, dimana posisi mereka justru selaku pejabat pelayanan publik, tentu hal itu sangat memprihatinkan kita semua. Betapa para pejabat negara itu telah menggadaikan harga dirinya secara terbuka dan tanpa malu-malu lagi untuk mengumbarnya ke publik. Alasan klasik dari mana perolehan harta kekayaan mereka yang disebutnya didapat dari hasil warisan orang tuanya menjadi sulit diterima akal sehat dari sebagian besar masyarakat yang terlanjur cerdas ini. Apalagi bukan menjadi rahasia umum, bahwa sejak dahulu kala siapapun yang bekerja di instansi pajak serta bea dan cukai itu selalu saja identik memiliki harta yang melimpah, uang yang banyak serta gaya hidup yang mewah.

Berbagai siasat pun kembangkan guna menyembunyikan hartanya melalui jaringan kaki tangannya untuk dijadikan alibi untuk mengamankan harta yang mereka sembunyikan. Sistem pelaporan data kekayaan yang disyaratkan bagi pejabat publik menjadi lembaran bisu terhadap angka yang sesungguhnya mereka dapatkan. Adanya LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara menjadi sebatas formalitas terhadap laporan yang wajib disampaikan oleh penyelenggara negara mengenai posisi harta kekayaan yang dimiliki seorang pejabat publik, baik saat pertama kali menduduki jabatan, mutasi, promosi, hingga memasuki masa pensiunnya. Namun keberadaan laporannya seolah-olah bagaikan deretan buku-buku di museum perpustakaan yang tidak execute untuk menghalangi para pejabat itu agar tidak menyimpang.

Jika Sri Mulyani begitu mashyur dengan rentetan karirnya yang beberapa kali menjadi Menteri Keuangan baik pada masa Presiden SBY maupun Jokowi, bahkan duduk pula sebagai direktur pelaksana Bank Dunia pada tahun 2010 silam, maka kepiawaian dalam mengorganisir jajarannya sungguh layak dicermati serta disayangkan. Peristiwa Jika Amin Rais yang menjatuhkan Gusdur pada pertengahan tahun 2001 waktu itu, dengan alasannya yang salah memilih Presiden, dimana tugas MPR hanya bersidang untuk mengangkat dan memberhentikan Presiden kala itu. Namun faktanya tugas yang sesederhana itu pun diakuinya sebagai kegagalan darinya. Walau tindakannya itu direspon publik secara negatif oleh karena dirasakan inkonstitusional. Demikian pula bagi para menteri yang saat ini menjabat, sejauh mana mereka memilih segelintir bawahannya yang bisa dipercaya selaku sekjen, dirjen dan irjen yang membantu dirinya.

Demikianlah sekelumit cerita tentang runtuhnya harga diri dari para pejabat negeri ini. Mereka yang masuk kedalam pemerintahan namun tidak lagi membawa niatnya untuk mengabdikan diri kecuali hanya menjual martabat dirinya untuk ditukar dengan kekayaan dan harta melimpah yang tanpa malu-malu lagi mengumbarnya di media sosial dibalik pencurian hak-hak rakyat yang masih berkutat pada seputar kemiskinan. Rasa malu itu mereka tukar dengan kebanggaan melalui gaya hidup mereka yang memamerkan hasil curiannya sehingga mengundang penyamun lain untuk ikut merampok kekayaan negara ini. Bagi anda selaku rakyat kecil sesungguhnya harus bangga, walau kehidupan anda sulit pada masa ini, namun harga diri kita semua masih terjaga secara utuh hingga tidak pernah menukarnya dengan apapun. Tapi yakinlah jika mereka yang diatas sana sesungguhnya telah melacurkan diri demi menukarnya dengan apa saja yang mereka inginkan. Barangkali jika ditawarkan kepada anda sekalian pun mungkin akan mengambil sikap untuk menolaknya.

Penulis : Andi Salim
Editor : Khairil Aswat

Tags: GTI. Harga Diri Mahal
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA Besar, Pengadaan

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu Bara BK

April 14, 2026
Nasional

Sosialisasi Perda Sistem Kesehatan Kota Medan, Edi

April 14, 2026
In Case You Missed
Kilas Daerah

INALUM Gelar InJournal Chapter 1,

April 15, 2026
Batu Bara

Di Tengah Defisit dan SILPA

April 15, 2026
Batu Bara

Service Mobil Direktur RSUD Batu

April 14, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.