Kasat News Kasat News

Breaking News

Dedikasi dan Pengabdian Brimob Sumut Tuai Apresiasi, Wakapolda Tegaskan: Selalu

2 LP di Polrestabes Medan Hampir Setahun  Belum Berkembang, Wartawan Minta

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Penetapan Bobby Jadi Cagubsu Golkar Dinilai Terlalu Dini, Sahlul Situmeang : Ada Upaya Menggagalkan Ijeck
Nasional

Penetapan Bobby Jadi Cagubsu Golkar Dinilai Terlalu Dini, Sahlul Situmeang : Ada Upaya Menggagalkan Ijeck

by kasatnews November 29, 2023 0 Comment

Kasatnews.id, Medan – Politisi senior Partai Golkar Sumatera Utara, Sahlul Umur Situmeang, SH menilai bahwa pengajuan atau penunjukkan Walikota Medan, Muhammad Bobby Nasution sebagai calon Gubsu dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang Pohon Beringin tersebut terlalu “genit” dini. Bahkan keputusan itu rentan membuat terjadinya konflik atau perpecahan diantara keduanya dengan kalangan kader Partai Golkar se Sumatera Utara.

“Seharusnya Bobby yang saat ini menjabat Walikota Medan, menunjukkan dulu peran dan keseriusannya untuk membesarkan Partai Golkar ini. Sebab kita nilai dia yang sebelumnya berasal kader PDIP terkesan hingga kini masih enggan keluar dari partai tersebut (PDIP), sehingga kita menilai DPP Partai Golkar terlalu dini jika mengajukannya sebagai Cagubsu,”kata Sahlul Umur Situmeang dalam siaran persnya kepada wartawan di salah satu hotel di Medan, Rabu (29/11/2023).

Sahlul Situmeang mengemukakan itu menanggapi keputusan DPP Partai Golkar menugaskan Bobby Nasution dan Musa Rajeckshah sebagai Calon Gubsu untuk bertarung di Pilkada 2024. Sahlul Situmeang menilai, keputusan DPP tersebut secara tidak langsung membenturkan Bobby Nasution dengan Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ijeck yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

“Sehingga seolah-olah Ijeck tidak punya peluang untuk menjadi Cagubsu. Apalagi jika nantinya pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di Pilpres 2024,”kata mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Sibolga ini.

Sehingga, lanjut Sahlul Situmeang, keputusan DPP Partai Golkar menunjuk Bobby Nasution sebagai Cagubsu berimbas berkurangnya semangat dan kepercayaan kader Golkar untuk memilih pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. “Karena semangat perjuangan dan kerja keras kader apalagi ketua partai Golkar tidak dihargai oleh DPP. Jadi tidaklah baik kalau bukan kader Golkar sendiri yang diusung menjadi calon kepala daerah,”katanya.

Padahal menurut Sahlul Situmeang, seharusnya DPP Partai Golkar lebih mengutamakan kader murni sebagai Cagubsu kedepan yang dinilai lebih memiliki loyalitas tinggi terhadap kebesaran partai.”Jangan sampai Partai Golkar yang selama ini sebagai partai besar secara nasional khususnya di Sumut kedepannya menjadi partai “gurem” kecil, akibat ditinggalkan mayoritas kadernya sendiri,”katanya.

“Sebab percuma kita sebagai kader apalagi ketua Partai Golkar capek-capek menghabiskan tenaga, pikiran bahkan uang yang banyak berjuang membesarkan dan memenangkan partai tapi malah tidak dihargai. Sehingga hal ini juga diyakini berimbas bagi ketua partai Golkar di daerah lainnya yang apatis terhadap pimpinannya yang tidak mengutamakan kadernya sendiri,”imbuhnya.

Untuk itu, Sahlul Situmeang mengaku kecewa terhadap keputusan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang dinilai lebih mementingkan dirinya sendiri. “Selaku kader Golkar sangat kecewa kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto, yang tidak mampu menjalankan amanah keputusan Munas sebagai calon Presiden. Seharusnya dia (ketua umum) jangan lagi mengorbankan para ketua-ketua DPD Partai Golkar Provinsi demi kepentingan pribadinya,”tegasnya.

REVITALISASI PENGURUS
Untuk itu, Sahlul menyarankan kepada kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut yang saat ini dipimpin Ijeck, agar segera melakukan Rakerda dan Rapimda untuk menetapkan Cagubsu dari Partai Golkar paling lambat pada Januari 2024 sekaligus menyusun program kerja kedepan. Selain itu, lanjut Sahlul Situmeang, Ijeck sebagai Ketua DPD Golkar Sumut agar segera melakukan revitalisasi atau evaluasi seluruh kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut. “Khususnya jabatan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Ilham yang selama ini dinilai kurang berperan dan tidak mampu dalam melakukan hubungan yang solid dengan para pengurus dan kader,”katanya.

Sebab, menurut Sahlul Situmeang, kondisi Partai Golkar Sumut saat ini dinilai belum menunjukkan soliditas yang kuat. Terbukti, lanjut Sahlul, keputusan penunjukkan Bobby sebagai Cagubsu oleh DPP menunjukkan adanya upaya untuk menjatuhkan dan menggagalkan Ijeck yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Sumut untuk menjadi Cagubsu kedepan.

“Kita kecewa saat keputusan DPP tersebut dikeluarkan, satu orang pengurus pun tidak ada yang membela Ijeck yang nyata-nyata masih ketua DPD Golkar Sumut. Bahkan anehnya ada salah satu pengurus yang justeru mendukung keputusan DPP tersebut, yang sesungguhnya mengkerdilkan kader apalagi ketua Golkar,”katanya.

“Jadi kalau begini terus sikap DPP, bisa jadi akan ditinggalkan orang dan kader Partai Golkar ini. Sebab pimpinannya nyata-nyata tidak memperjuangkan kadernya sendiri di daerah,”ujarnya. (jam)

Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kriminal

Dedikasi dan Pengabdian Brimob Sumut Tuai Apresiasi,

Juni 25, 2026
Kriminal

2 LP di Polrestabes Medan Hampir Setahun  Belum

Juni 25, 2026
Nasional

Dukung Aksi Mahasiswa Lapor ke Kejagung FKPPN

Juni 25, 2026
Pemerintahan

Sambut Harlah Kelima, PW PGMNI Sumut Perkuat

Juni 24, 2026
In Case You Missed
Kriminal

Dedikasi dan Pengabdian Brimob Sumut

Juni 25, 2026
Kriminal

2 LP di Polrestabes Medan

Juni 25, 2026
Nasional

Dukung Aksi Mahasiswa Lapor ke

Juni 25, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.