FKPPN Pertanyakan Kemana Hilangnya Ribuan Hektare Lahan PTPN 2, Serta
FKPPN Pertanyakan Kemana Hilangnya Ribuan Hektare Lahan PTPN 2, Serta Ginting : Anehnya Malah Dibilang Untung
Kasatnews.id, MedanĀ – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN), Drs HN Serta Ginting hingga kini terus konsisten menyoroti perkembangan dan persoalan di tubuh PTPN di tanah air. Hal itu sebagai bentuk kepeduliannya terhadap badan usaha milik negara tersebut
Kali kali, statement keras disampaikan Serta Ginting yang merupakan sosok yang dinilai punya jasa terhadap PTPN di era tahun 90-an, yang juga sebagai mantan centeng Kebun PTPN dan sekaligus sebagai pendiri Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) yang menghantarkannya menjadi Ketua Umum Federasi SPBUN yang pertama.
Sehingga dia tahu benar masa masa sulit membangun PTPN hingga masa keemasan PTPN. Karena telah beliau lalui.
Dalam siaran persnya diterima wartawan di Medan, Rabu (4/11/2026), Bang Serta Ginting biasa orang memanggilnya, mengaku mengkritik kebijakan tata kelola PTPN saat ini yang menurutnya serba coba coba.
“Saya heran dan bertanya tanya, salah satunya kemana hilangnya ribuan hektare lahan PTPN 2 Tanjung Morawa yang dulu sangat luas,” ucap Serta Ginting dengan raut wajah kecewa.
Lebih lanjut Serta Ginting mengaku dapat informasi ada seluas 8.000 hektare, ada 5.873 hektare, dan ada 3.000 hektare tersebut dikabarkan tidak lagi diusahakan oleh PTPN. “Tapi malah dikuasai oleh pihak lain. Anehnya perkebunan negara kok lahannya habis dan hilang ribuan hektare santai santai saja, kemana negara kok tidak mempertanyakan hal ini,” ungkap Serta Ginting yang pernah malang melintang di dunia legislatif dari daerah sampai Senayan.
Padahal, lanjut dia, dengan ribuan hektare hilang, maka dipastikan korbannya adalah karyawan. “Anehnya kehilangan ancaknya yang setiap hari tempat dia bekerja, malah seperti dibilang untung?,”sebut Serta Ginting penuh tanda tanya.
Lebih lanjut Serta Ginting juga menyoroti tidak berfungsinya lagi aset lahan Pramuka di Sibolangit. ” Padahal dahulu Taman Pramuka Sibolangit selalu digunakan untuk Jambore Pramuka. Namun mini tinggal cerita sedih,”bebernya.
Tidak cuma asset lahan, lanjut mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini, persoalan yang tidak kalah penting adalah terbengkalainya asset bangunan berupa perkantoran, rumah sakit dan gedung gedung milik PTPN yang rusak dan hancur tidak terawat. “Malah dikuasai oleh pihak lain. Seperti eks Rumah Sakit Tembakau Deli yang kini disulap jadi tempat kuliner. Ini sangat menyedihkan,” katanya.
Selanjutnya, informasi diterima juga dari kalangan awak media yang telah menelusuri dan menggali informasi bahwa lahan 8.000 hektare yang dimaksud oleh Serta Ginting tersebut juga merupakan lahan HGU yang dibuat Kerjasama Operasional dengan pihak ketiga. Yakni dengan mengubah lahan perkebunan jadi perumahan mewah yakni Kawasan Deli Megapolitan. (Jam).