Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Istri Darmanto
Wah! Biaya “Fantastis” Tiga Aplikasi di BKPSDM pada APBD Batubara 2022 Diklaim Sangat Bermanfaat
KasatNews.id, Batubara – Pihak BKPSDM Kabupaten Batubara melalui Sub-Dit Bidang Disiplin dan Penilaian Kinerja, Guntur Mahendra Kusuma, S.E mengklaim dan menjelaskan e-application (aplikasi) yang menelan biaya disebut-sebut cukup fantastis pada APBD T.A 2022 di BKPSDM Rp.800 juta sangat bermanfaat untuk sistem penilaian ASN di Pemkab Batubara.
Hal itu ia sampaikan saat diwawancara oleh tim Kasatnews, Senin (24/07/2023) di kantor BKPSDM Kabupaten Batubara.
Ia juga mengatakan e-simpeg berfungsi untuk data kepegawaian seperti biodata, jabatan bagi fungsional dan struktural, dan juga data alamat, penilaian kinerja. Kemudian data vaksinasi covid-19 dengan pengendalian sistem kepegawaian daring.
“Semua OPD menggunakan e-simpeg dan diberikan user kepada setiap OPD untuk pelaporan ke BKPSDM Batubara periodik 1 bulan sekali. Program e-simpeg dimulai dari Januari 2022 hingga saat ini. e-simpeg adalah sistem kepegawaian berbasis website dan dapat ditemui pada laman google sim.batubarakab.id, dan bukanlah sebuah aplikasi mobile yang dapat ditemui di play store android ataupun IoS,”bebernya.
Tampilan e-simpeg yaitu, jelas dia lagi, pengguna harus masuk terlebih dahulu dengan memasukkan akun pengguna dan memasukkan kata sandi pengguna kemudian diikuti dengan pertanyaan keamanan. Saat ditanya soal kenapa e-simpeg tidak menggunakan aplikasi mobile App yang bisa di download melalui playstore, ia menjawab bahwa soal itu bisa ditanyakan langsung kepada Kepala BKPSDM sebagai kuasa pengguna anggaran.
Lebih lanjut ia mengakui bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh CV. INDO SISTEM yang beralamat di Jalan Dahlia Raya, Helvetia Medan. Ia melanjutkan, penyedia selalu datang untuk memberikan informasi update kelemahan aplikasi agar tidak mudah diretas oleh hacker.
Uniknya, saat dilakukan pertanyaan yang sama untuk e-kinerja yang menghabiskan biaya Rp.200 juta, ia menjawab bahwa e-kinerja dimaksud bukanlah suatu aplikasi terpisah melainkan sub kategori yang berada didalam satu aplikasi berbasis website yaitu pada e-simpeg atau sim.batubarakab.id
Ditanya soal apakah e-simpeg BKPSDM ini terintegrasi dengan BKN, ia menjawab tidak terintegrasi dan ia menyarankan agar awak media melakukan konfirmasi pertanyaan itu kepada Kepala BKPSDM ataupun pihak penyedia langsung. Terhadap domain website yang digunakan tidak menggunakan go.id, ia menyarankan konfirmasi langsung kepada Kepala BKPSDM batubara Mhd. Daud, S.Pd, S.H, M.Si.
Sementara itu, soal e-absensi yang menelan biaya Rp.400 juta ia menjelaskan bahwa e-absensi berbeda dengan e-simpeg yaitu sebuah aplikasi Mobile yang dapat ditemui di play store android ataupun IoS. Namun saat ini aplikasi tersebut sedang dilakukan perbaikan oleh google play store sejak 2 minggu lalu. Sehingga belum terlihat di Playstore Android.
Walaupun perbaikan dilakukan, namun bagi ASN yang sudah memasang aplikasi di setiap perangkatnya tentu masih ada dan dapat dijalankan. Aplikasi e-absensi memiliki fitur absensi masuk dan absensi keluar dengan sistem autentifikasi wajah pengguna sehingga masuk dalam database user master yang dipegang oleh pihak penyedia.
“Semoga 1 minggu lagi kita bisa melihat sendiri e-absensi di playstore dan dapat didownload oleh pengguna yaitu ASN Kab. Batubara yang memiliki akun dan sandi pengguna. Soal kenapa domain aplikasi e-simpeg tidak menggunakan standarnya website go.id pemerintah langsung saja di konfirmasi kepada Kepala Badan, dan soal e-kinerja tidak terpisah aplikasinya dari e-simpeg juga konfirmasi ke Kepala Badan”pungkasnya.(Butatuli)