Buka Puasa PDIP Sumut, Rapidin Simbolon ; Tanah Adat Banyak Dikuasai Oleh Orang Berduit
Kasatnrws.id, Medan – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Provinsi Sumatera Utara, Rapidin Simbolon mengatakan bahwa tanah rakyat atau adat di daerah banyak dikuasai oleh orang berduit atau pengusaha. Untuk itu, Rapidin mengajak kader partainya khususnya yang duduk di legislatif agar membantu rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Rapidin Simbolon disela-sela sambutannya pada acara Buka Puasa Bersama dengan Anak Yatim, Insan Pers, DPC PDI-P se-Sumut, kader PDI-P, para Anggota DPRD PDI-P hingga Kepala Daerah Bupati/Walikota se-Sumut yang berasal dari PDI-P pada Pemilu tahun 2024, di Hotel Mercure Medan Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Sabtu (15/3/2025).
Buka puasa dihadiri Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto itu juga dihadiri sejumlah kepala daerah yang juga kader PDIP diantaranya Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Bupati Nias Selatan, Bupati Sergai, dan Walikota Tebingtinggi. Sedangkan senior PDIP yang tampak hadir diantaranya Syamsul Hilal, Analisman Zalukhu, Muhammad Affan, Taufan Agung Ginting dan Zahir.
Dalam sambutannya Rapidin menyampaikan arahan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar DPRD PDI-Perjuangan di seluruh tanah air harus menjalankan fungsinya bersuara untuk kebenaran dan integritas.”Persoalan-persoalan hak rakyat khususnya wong cilik yang “dirampas” pemegang kekuasaan dan yang berduit harus dibela,”tegas ya.
“Perjuangan tanah rakyat misalanya yang banyak dikuasai orang berduit harus diperjuangkan pembelaannya. Fraksi-Fraksi DPRD PDI-P sebagai perpanjangan tangan partai harus sebagai garda terdepan untuk memperjuangkan hak rakyat yang terampas terutama wong cilik,”kata Rapidin menambahkan.
Untuk itu, Rapidin yang juga Anggota DPR RI mengajak kader PDIP agar senantiasa mengedepankan solidita dan kompak dan jangan pernah terpengaruh dengan sebuah isu-isu. “Kita kuat karena kompak dan solid, demikian juga sebaliknya,”ujar Rapidin.
Selain soal pembelaan terhadap tanah rakyat, Rapidin juga berharap kader PDIP turut membantu pembelaan terhadap hak azasi manusia. Rapidin menyampaikan bahwa sesuai arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang mendukung Pemerintahan Presiden Prabowo, namun posisinya harus tetap melakukan check and balance di lapangan.
Sementara Ustad Arwinda Gustiawan dalam ceramah agamanya antara lain mengajak umat senantiasa menjalani hidup dan kehidupan harus banyak bersyukur dan berbuat kebaikan, diantaranya banyak bersedekah. Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan dan tali asih kepada anak yatim dan piatu.(jam)