Pulihkan Kepercayaan Publik, Bupati Batu Bara Diharapkan Bangun Birokrasi Berintegritas dan Transparan!
Kasatnews.id, Batu Bara – Upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap birokrasi Pemerintah Kabupaten Batu Bara kini menjadi perhatian serius masyarakat dan para pemerhati kebijakan daerah. Hal tersebut berkaitan dengan harapan agar kepemimpinan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, berintegritas, dan akuntabel.
Masyarakat menilai, pemulihan kepercayaan publik hanya dapat diwujudkan melalui penempatan pejabat pimpinan tinggi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang benar-benar kompeten, memiliki integritas, serta mampu menjalankan amanah jabatan secara jujur dan bertanggung jawab.
Sejumlah pengamat birokrasi di Batu Bara menilai selama ini masih terdapat fenomena pimpinan OPD yang minim kinerja nyata, sementara yang lebih menonjol justru sebatas retorika birokrasi dan praktik “asal bapak senang” (ABS) yang terus berulang dari satu rezim pemerintahan ke rezim berikutnya.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lambatnya pemerataan pembangunan dan berpotensi memperlebar kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Padahal, pembangunan daerah diharapkan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara proporsional, tanpa membedakan kelompok tertentu.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti adanya persepsi perbedaan perhatian terhadap pihak-pihak tertentu yang dinilai lebih dekat dengan lingkaran kekuasaan. Jika tidak dikelola secara bijak, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan jarak antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Beberapa kasus korupsi yang pernah menjerat pejabat daerah juga menjadi catatan penting dalam evaluasi tata kelola birokrasi. Kekosongan jabatan akibat proses hukum terhadap sejumlah pejabat di masa lalu dinilai menjadi momentum bagi kepala daerah untuk melakukan pembenahan sistem birokrasi secara menyeluruh.
Pengamat menilai, pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemkab Batu Bara seharusnya dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja, bukan semata faktor kedekatan atau loyalitas personal.
“Masyarakat sebenarnya tidak meminta perlakuan khusus. Yang diharapkan hanyalah keadilan, pemerataan, serta jalannya hak dan kewajiban secara proporsional dalam membangun Batu Bara yang lebih maju,” ujar salah seorang pemerhati birokrasi daerah.
Karena itu, kepemimpinan Bupati Baharuddin Siagian dinilai memiliki peluang besar untuk melakukan reformasi birokrasi yang lebih bersih dan profesional. Dengan menghadirkan pejabat yang kompeten serta sistem pemerintahan yang transparan, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah diyakini dapat kembali pulih.
Upaya tersebut juga diharapkan mampu memastikan bahwa pembangunan di Kabupaten Batu Bara berjalan lebih merata, adil, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
” Salah satu tantangan Bupati Batu Bara hari ini adalah transparansi, jangan ada lagi pemberitaan tentang pejabat sulit dikonfirmasi atau di mintai keterangan nya tentang kebijakan dan penggunaan anggaran APBD, Jika masih ada juga, berarti Pemerintahan sekarang tidak lebih baik dari yang sebelum nya”. Tutup para pengamat tersebut
(Tim/Kasat)