Kasat News Kasat News

Breaking News

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Reses Dihadiri Mayoritas Etnis Jawa, Rahmansyah Sibarani Agendakan Penampilan Wayang

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Menepis Apatis, Merawat Demokrasi, Apakah Apatis Muncul Tanpa Sebab?
Batu Bara

Menepis Apatis, Merawat Demokrasi, Apakah Apatis Muncul Tanpa Sebab?

by kasatnews Juni 22, 2026 0 Comment

Kasatnews.id | Batu Bara — Di tengah ajakan merawat demokrasi dan menolak sikap apatis, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar kegiatan bertema “Menepis Apatis, Merawat Demokrasi” yang menghadirkan anggota DPR RI , perwakilan serta Bupati Batu Bara. (21/6/2016)

Secara normatif, tema tersebut membawa pesan penting bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan tidak dapat tumbuh di tengah sikap acuh terhadap proses pemerintahan maupun pembangunan daerah. Namun, di balik narasi menepis apatis, muncul pertanyaan yang juga perlu dijawab secara terbuka, apakah apatisme publik hadir tanpa sebab?

Di tengah masyarakat Batu Bara, berbagai persepsi berkembang mengenai hubungan antara warga dan pemerintah daerah. Disinformasi memang menjadi salah satu tantangan yang sering disebut memperlebar jarak komunikasi. Akan tetapi, sebagian kalangan menilai persoalan tidak selalu berhenti pada informasi yang keliru, melainkan juga pada bagaimana ruang komunikasi, keterbukaan, dan respons pemerintah terhadap aspirasi publik dijalankan.

Apatisme dalam demokrasi sering kali bukan sekadar ketidakpedulian. Ia dapat muncul ketika masyarakat merasa suaranya tidak lagi berpengaruh, aspirasi tidak tersampaikan, atau hubungan antara pemerintah dan warga berjalan secara formal namun tidak substantif.

Karena itu, tema “Menepis Apatis, Merawat Demokrasi” dinilai seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ajakan kepada masyarakat untuk kembali percaya dan berpartisipasi. Lebih dari itu, tema tersebut juga menjadi refleksi bagi pemerintah untuk mengevaluasi sejauh mana ruang partisipasi benar-benar dibuka dan dijaga.

Jika pemerintah menginginkan demokrasi yang hakiki, maka ukuran keberhasilannya bukan hanya jumlah kegiatan seremonial atau banyaknya forum yang digelar. Demokrasi akan dinilai dari apakah masyarakat merasa didengar, dilibatkan, dan memiliki kedekatan sosial dengan pemerintah daerah.

Di tengah berbagai asumsi yang berkembang, menjaga demokrasi berarti merawat hubungan dua arah. Sebab ketika jarak antara masyarakat dan pemerintah semakin melebar, yang muncul bukan sekadar apatis — tetapi hilangnya rasa memiliki terhadap arah pembangunan itu sendiri.

Kegiatan di Batu Bara ini pun menjadi pengingat bahwa menepis apatis tidak cukup dengan seruan, melainkan membutuhkan kepercayaan yang dibangun melalui komunikasi, keterbukaan, dan kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat. (Tim/Kasat)

Tags: Bupati Batu Bara DPR ri KPU RI Menepis apatis Merawat demokrasi
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kriminal

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk

September 28, 2026
Kilas Daerah

Reses Dihadiri Mayoritas Etnis Jawa, Rahmansyah Sibarani

September 28, 2026
Kriminal

Polda Sumut Ungkap 441 Kasus dan  Tangkap

September 28, 2026
Kriminal

Andreas Pandapotan Purba Ajak Warga Mengimplementasikan Nilai-nilai

September 28, 2026
In Case You Missed
Kriminal

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai

September 28, 2026
Kilas Daerah

Reses Dihadiri Mayoritas Etnis Jawa,

September 28, 2026
Kriminal

Polda Sumut Ungkap 441 Kasus

September 28, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.