Harga Pisang di Batu Bara Anjlok, Petani Pisang Harap Pemerintah Tanggap Solusi!
Kasatnews.id , Batu Bara – Mengeluh harga pisang anjlok, Petani pisang desa Kapal Merah Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara Mhd Azwar mengerang akibat mengalami rugi. Minggu (5/5/2024).
Mhd Azwar mengakui kesulitan untuk menjual hasil panennya berupa pisang dari mulai di bulan puasa maret 2024 hingga kini di bulan Mei 2024.
” Sudah hampir 3 bulan, sejak bulan puasa hingga saat ini harga pisang anjlok bahkan pengepul tidak dapat menerima/ menolak hasil tanaman pisang para petani dengan berbagai alasan.” Ungkapnya
Lebih lanjut M. Azwar mengatakan bahwa rintangan untuk menuju panen pisang banyak melalui rintangan dari mulai gagal panen, serangan hama, tumbuh buah tidak normal/kekurangan pupuk dan zat vitamin pokok serta harga pluktuasi pasar yang tidak berpihak kepada para petani.
” Begitu banyak rintangan bertanam tani pisang ini, mulai gagal panen hingga harga pasar, bagaimana hal ini dapat di perhatikan pemerintah agar petani yang sudah berjuang menanam pisang tidak mengalami rugi. ” Cetusnya
Diketahui bahwa para petani Pisang di wilayah Kapal Merah, Kec. Nibung Hangus dan desa Guntung, Kec. Tanjung Tiram dan sekitar wilayah Kab. Batu Bara nyaris mengalami hal yang sama (rugi).
M. Azwar mengaku pemilik kebun pisang sekitar 3000 batang lebih dengan luas lahan 2 hektar di dua lokasi yaitu di desa Kapal Merah Nibung Hangus dan Guntung Tanjung Tiram yang mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panen pisangnya.
” Jika harganya pisang murah (anjlok) dan pemasaran tidak mendukung hasil tani, maka para petani cendrung merugi akibat tidak sesuai harga penjualan di pasar,bagaimana nasib kami para petani pisang di Kab. Batu Bara ini.” ujar Azwar dengan nada kalimat bertanya?
Selanjutnya dijelaskan Azwar, sebelum harga pisang anjlok ini, pisang dihargai pengepul 7rb hingga 8rb perkilo, dan berapapun jumlah ditampung pengepul, namun saat ini petani semua kewalahan selain harga tidak sesuai, pisang juga tidak laku, cetusnya.
“Akibat susah menjualnya, pisang kami membusuk tidak panen di ladang, kalau panen tidak ada yang mau beli, mana pihak terkait (Pemerintah) untuk mencari solusi untuk para petani khususnya para petani pisang. ” Pungkasnya
Disisi lain, M. Azwar berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Dinas lainnya agar turun tangan mengatasi persoalan ini, supaya harga pisang kembali stabil dan petani sejahtera.
(Tim/Kasat)