INALUM Gelar InJournal Chapter 1, Ajak Jurnalis Sumut Angkat Isu
H. Jans: Pemimpin Yang Memperhatikan Masyarakat Miskin Mendapat Berkah Dari Allah SWT
Kasatnews.id | Batu Bara – Merefleksikan diri dalam ketawadhukan insan beragama menjanjikan keselamatan dan keberkahan dalam kehidupan dan setelah nya (akhirat).
Hal ini disampaikan H. Janmat Sembiring SE saat memberikan setawar sedingin kepada media ini, Selasa (10/9/2024) menjelang Pilkada serentak 2024 terutama dalam mengajak umat beragama bagi setiap lelaki yang menjadi pemimpin bagi diri nya sendiri dan orang lain agar mencontohkan tauladan baginda nabi Muhmmad SAW sebagaimana beliau pernah menyatakan nya dalam satu “Dalil” nya.
“𝘴𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘮 𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣 𝘮𝘦𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘢𝘱𝘢𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘢𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘴𝘶𝘭-𝘯𝘺𝘢.”
Sebab dari itu, H. Janmat Sembiring SE yang akrab disapa H. Jans itu mewanti-wantikan kepada masyarakat luas agar orientasi pilkada serentak 2024 ini dapat melahirkan seorang pemimpin yang takut dan cinta kepada Allah SWT dan Baginda Nabi Muhmmad SAW.
Sebagaimana H. Jans menyikapi berbagai polemik berbangsa dan bernegara di seluruh polosok tanah air terutama Sumatera Utara dan terkhusus Kab. Batu Bara ketika penilaian nya belum dapat menyelesaikan masalah warga marjinal/miskin dengan baik, hal ini menjadi “PR” bagi pihak Pemerintah dan tokoh ulama serta tokoh masyarakat kedepan nya.
H. Janmat S. SE berpesan bilamana pemimpin bagi suatu kaum lebih mengutamakan masyarakat miskin ketimbang kelompok dan golongan nya niscaya akan selamat dunia dan akhirat.
” Siapa pun anda, ketika diamanahi sebagai pemimpin apa pun tingkatannya, harus digunakan sebagai bentuk bakti dan lebih nya mendekatkan diri kepada Allah.” Pungkas nya
Apabila seorang Muslim ditakdirkan Allah memiliki kewenangan dan kekuasaan sehingga berpeluang melakukan korupsi, itu tandanya sang pemimpin (Muslim) tidak takut kepada Allah.
Semakin mendekati jelang Pilkada 2024 ini, H. Janmat S. SE berpesan kepada masyarakat agar benar-benar memilih pemimpin yang memperhatikan masyarakat marjinal dan miskin khususnya di Kab. Batu Bara
” Jangan hanya berpikir dan bertindak untuk waktu sekejap di dunia ini atau sekadar mengejar kekayaan dan kesejahteraan dengan cara kekuasaan semata. Tentu nya segala bentuk janji -janji kampanye yang baik itu harus di realisasikan, jangan malah menambah kan beban bagi masyarakat marjinal/miskin, nanti kita akan di mintai pertanggung jawaban nya. ” Ungkap H. Jans
Banyak caranya yang dapat dilakukan pihak Pemerintah, Tokoh Agama, Ulama, dan tokoh masyarakat untuk dapat membantu atau memberdayakan masyarakat.
Katanya lagi, ” Kita harus peduli, dan mengangkat harkat derajat kaum yang tak beruntung. Meskipun pemerintah sudah menggulirkan berbagai kebijakan pro-kemiskinan seperti Jamkesmas, Jamkesda, Raskin, Blt, RTLH, Keluarga Harapan, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lain sebagainya, namun selain pemerintah juga ada tanggung jawab para tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat agar warga miskin tidak menjadi sasaran alasan untuk seseorang demi mendapatkan kekuasaan. ” Tandasnya
𝙋𝙀𝙈𝘽𝘼𝙂𝙄𝘼𝙉 𝙍𝙀𝙅𝙀𝙆𝙄
اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗوَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
” Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
( QS 43 : 32 )
“Rizki itu telah dibagi, tidak akan bertambah atau berkurang. Rizki itu disebut bertambah jika pemiliknya memperoleh kemudahan dari Allah untuk menginfakkannya dalam ketaatan.”
Rasulullah SAW bersabda,
نَفَثَ رُوحُ الْقُدُسِ فِي رَوْعِي أَنَّ نفْسًا لَنْ تَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا، وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، وَلا يَحْمِلَنَّكُمِ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلا بِطَاعَتِهِ”.
“Roh Kudus (malaikat Jibril) membisikkan di dadaku bahwa ‘tidaklah suatu jiwa meninggal dunia sampai disempurnakan baginya ajal dan dipenuhi rezekinya.
Oleh karenanya, perbaguslah di dalam mencari rezeki. Janganlah ia merasa lambatnya rezeki, menyebabkan ia mencari rezeki tersebut dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak dapat dicapai kecuali dengan mentaati-Nya’.”
(HR. Thabrani )
Disela kesibukan nya, H. Jans yang terbilang sukses di dunia usahanya terus berbagi kepada masyarakat miskin demi mewujudkan perintah Allah SWT dan sabda baginda Nabi Muhammad SAW terhadap kepedulian Muslim kepada orang miskin.
(Tim/Kasat)