Kasat News Kasat News

Breaking News

Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Istri Darmanto

RSUD Disoal: Satu Vendor Dua Pos Anggaran Dinkes PPKB dan

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI


 Diduga Sarat Markup, Pengadaan Catridge CTM & Susu Tuberkulosis Dinkes PPKB Batu Bara Bakal Dilaporkan!
Batu Bara

Diduga Sarat Markup, Pengadaan Catridge CTM & Susu Tuberkulosis Dinkes PPKB Batu Bara Bakal Dilaporkan!

by kasatnews Desember 31, 2025 0 Comment

Kasatnews.id – Batu Bara | Aroma dugaan tindak pidana korupsi kembali mencuat dari lingkungan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada pengadaan Catridge ctm dan susu pencegahan Tuberkulosis (TB) Tahun Anggaran 2024, yang dinilai sarat kejanggalan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Sebagai bentuk tanggung jawab publik dan fungsi kontrol sosial, Redaksi Kasatnews.id telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi resmi kepada Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara dr. Deni Syahputra M.Si pada 31 Desember 2025, dengan melampirkan hasil analisis mendalam Tim LBH Medan 88 Cab. Batu Bara atas dua paket pengadaan tersebut. (31/12/2025).

Dari dugaan manipulasi harga Catridge Ctm dengan Nilai Pagu Anggaran Rp 496.563.000 tanpa diketahui berapa jumlah unit nya, Tim analisis LBH Mesan 88 Cab. Batu Bara menemukan adanya ketidakwajaran serius dalam penganggaran pengadaan Catridge Ctm yang nilainya mendekati Rp 500 juta tersebut. Jika di akumulasikan dari harga per satuan umumnya berkisar antara Rp33.500 hingga Rp35.000. Sebagaimana terdapat dalam SiRup LKPP Pemkab Batu Bara atas pengadaan Catrid Ctm 2600 test x rp.33.500 = rp.87.100.000,00

” Ketidakwajaran harga dari hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa pengadaan Catridge Ctm, baik produk original maupun kompatibel medis, jauh lebih rendah dibandingkan nilai anggaran yang dialokasikan. Kemudian tidak ditemukan penjelasan teknis yang transparan apakah menggunakan produk high-end bermerek khusus.” Ujar Mukhlis Ketua LBH Medan 88 Cab. Batu Bara

Meski adanya spesifikasi medis tertentu yang dapat membenarkan lonjakan harga atau dilakukan melalui kontrak payung / e-katalog yang sah dan barang Catrid Ctm dan susu tuberkulosis seharusnya dapat diverifikasi terhadap Merk barang dan harga satuan barang yang di beli.

Untuk diketahui bahwa menurut data Sirup LKPP pengadaan barang dan jasa Pemkab Batu Bara menayangkan jumlah Barang/susu sachet untuk penderita tuberkulosis tahun 2024 sebanyak 12320 Sachet dengan harga bervariasi berkisar rp.3.500 hingga rp.4.000 per/Sachet. Jika di akumulasikan 12320 Sachet x rp.3.500 = rp 43.120.000,00

Ket. Poto screenshot SiRup LKPP Pemkab Batu Bara T. A 2024 tentang pengadaan Susu Tuberkulosis (TB) dan Pengadaan Catrid Ctm Dinas Kesehatan PPKB Batu Bara, (31/12/2025).

Dari Indikasi awal pengadaan Catrid Ctm dan pengadaan susu tuberkulosis mengarah kuat pada dugaan penggelembungan harga (markup) serta pengadaan yang tidak berbasis kebutuhan riil pelayanan kesehatan.

Potensi rekayasa volume dan spesifikasi selain harga, kejanggalan juga muncul pada
volume pembelian yang dinilai tidak rasional bila dibandingkan dengan jumlah fasilitas layanan kesehatan, Frekuensi pemakaian, Riwayat konsumsi Catridge Ctm pada tahun-tahun sebelumnya.

Spesifikasi teknis yang tidak transparan, dapat membuka peluang terhadap barang yang berkualitas rendah, Namun dibayar dengan harga premium. Praktik ini berpotensi melanggar prinsip value for money dan efisiensi pengelolaan anggaran negara terhadap pengadaan susu pencegahan Tuberkulosis dengan nilai pagi anggaran: Rp 200.801.600,00.

Pengadaan susu untuk pencegahan TB juga menuai sorotan tajam karena dinilai tidak sejalan dengan kondisi epidemiologis di lapangan dengan data kasus TB berdasarkan data terbaru yang di himpun hingga 15 September 2025, jumlah penderitaTB di Kabupaten Batu Bara yang tercatat 779 orang, Angka ini meningkat dari 737 kasus per 31 Agustus 2025.

Fakta tersebut menimbulkan asumsi serius terkait program ini tidak efektif atau
tidak tepat sasaran, Atau sekadar formalitas anggaran tanpa dampak nyata?

Jika anggaran ratusan juta telah digelontorkan namun kasus TB justru meningkat, maka patut diduga Program tidak dijalankan sesuai perencanaan, Distribusi susu tidak sampai kepada penerima manfaat, Atau laporan kegiatan direkayasa.

Selain itu, Mukhlis juga menduga Program untuk penanggulangan TB dapat mengarah pada pengadaan Fiktif, Sebab dari kejanggalan diperkuat dengan tidak adanya laporan publik secara rinci mengenai jumlah penerima manfaat, lokasi dan waktu distribusi serta Mekanisme monitoring dan evaluasi.

Senyata nya, Ketua LBH Medan 88 Cab. Batu Bara, Muklhis juga sedang mengalami penyakit Tuberkulosis/infeksi Paru yang begitu membebani hidup nya, Namun dirinya mengaku bahwa ianya menjalani pengobatan secara mandiri.

Kondisi ini membuka ruang dugaan markup pengadaan, pengurangan volume, bahkan program fiktif atau semi-fiktif. Apabila dugaan tersebut terbukti, maka berpotensi melanggar UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 dan Pasal 3 terkait penyalahgunaan kewenangan dan kerugian keuangan negara.

Selain itu juga melanggar Perpres No. 16 Tahun 2018 jo Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah terhadap Prinsip efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.

Tim analisis dan redaksi mendesak Tim
Audit investigatif BPK dan Inspektorat guna melakukan pemeriksaan serta pihak KPK atau Kejaksaan segera memanggil Kadis Kesehatan PPKB Batu Bara dr Deni Syahputra M.Si untuk menyita, membuka dokumen secara transparan seperti RUP, SIRUP, SP2D, kontrak, e-katalog, serta laporan distribusi pengadaan Susu Tuberkulosis dan pengadaan Catrid TCM yang diduga Sarat Korupsi.

(Tim/Kasat)

Tags: Anggaran susu TB BPK-Inspektorat Catrid ctm Dinkes PPKB Batu Bara Dugaan korupsi. KPK - Kejaksaan Markup T. A 2024.
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Kilas Daerah

Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah

Februari 21, 2026
Batu Bara

RSUD Disoal: Satu Vendor Dua Pos Anggaran

Februari 21, 2026
Batu Bara

Dugaan Tumpang Tindih Anggaran MTQ XVII Batu

Februari 20, 2026
Batu Bara

APH Diminta Segera Proses Dugaan Awal Penyimpangan

Februari 19, 2026
In Case You Missed
Kilas Daerah

Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah

Februari 21, 2026
Batu Bara

RSUD Disoal: Satu Vendor Dua

Februari 21, 2026
Batu Bara

Dugaan Tumpang Tindih Anggaran MTQ

Februari 20, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.