Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Istri Darmanto
Anggaran Susu Tubercolis Dinkes PPKB Batu Bara 200 Juta Tahun 2024, Penyakit TB Tahun 2025 Malah Meningkat 737 Kasus?
Kasatnews.id , Batu Bara – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kab. Batu Bara mencatat 737 kasus Tuberkulosis (TB) hingga akhir Agustus 2025. Yang mana informasi ini disiarkan oleh beberapa media online pada Senin (15/9/2025).
Diketahui dalam anggaran Dineks PPKB Batu Bara pada tahun 2024 telah menganggarkan pengadaan susu antisipasi tubercolis namun malah penyakit tuberkulosis semakin tinggi hingga anggaran pengadaan susu untuk penyakit tersebut di pertanyakan penggunaan nya.
Petikan anggaran SP2D Dinkes PPKB Batu Bara pada tahun anggaran 2024 dikerjakan oleh CV SIC sumber dari dana DAU SG untuk kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan Tuberkulosis atas belanja Susu untuk penderita TBC pada dinas Kesehatan PPKB Kab.Batu Bara T.a 2024 metode pengadaan langsung sebesar Rp. 200.801.600,00.
Dari anggaran tersebut menuai sorotan tajam ditengah masyarakat Batu Bara yang mana pemberitaan salah satu media online menjelaskan kasus TB sebanyak 737 Kasus di Batu Bara, dan angka penderita justru semakin membengkak. Besarnya alokasi dana ini berbanding terbalik dengan masih tingginya jumlah penderita TB, sehingga publik mempertanyakan apakah belanja tersebut benar-benar efektif, tepat sasaran, dan sesuai standar penanganan TB?
Dari 737 kasus tuberkulosis (TB) menunjuk kan angka penyakit menular tersebut masih menjadi persoalan serius kesehatan masyarakat. Namun di sisi lain, anggaran pembelian susu untuk penderita TB justru semakin besar dan menimbulkan tanda tanya publik mengenai efektivitas dan transparansi penggunaan dana serta tepatguna dan tepat sasaran atas pendistribusian susu tubercolis tersebut.
Ketika di konfirmasi Kadis Kesehatan PPKB Batu Bara Dr Deni Syahputra M.Si tidak dapat dihubungi melalui HP Android +62 813-6200-9*** melainkan memblokir awak media ini.

Mengingat kasus TB adalah isu kesehatan publik yang serius, maka belanja susu dengan nilai besar wajib diaudit dan dijelaskan secara terbuka oleh Dinkes PPKB Batu Bara. Publik berhak tahu:
1. Jumlah produk yang dibeli.
2. Harga per unit susu yang dipakai.
3. Mekanisme distribusi kepada pasien TB.
4. Dampak nyata terhadap penurunan angka kasus TB.
Dari konfirmasi kepada Kadis Kesehatan PPKB Batu Bara Dr Deni Syahputra M. Si merilis 2 kali pemberitaan terkait peningkatan angka TB di Batu Bara, Namun kepada awak media tidak mendapat informasi hingga berita ini di tayangkan. (15/9).
Tim/Kasat)