AMPERA: Sekda Batu Bara Diminta Mundur, Disinyalir Punca Masalah Defisit Kasda?
Kasatnews.id , Batu Bara – Defisit APBD Kabupaten Batubara tahun 2023 jadi sorotan. Tak tanggung-tanggung, menurut data yang di himpun bahwa jumlahnya diduga mencapai puluhan miliar hingga ratusan milyar rupiah lebih mulai tahun anggaran 2022 s/d T. A 2023.
Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Batubara, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dituding telah gagal melaksanakan tugas pokoknya, sehingga terjadi defisit APBD 2023.
Aktivis Anti korupsi, Ahmad Fatih Sultan menilai, penyebab defisit tersebut terjadi karena Pemkab Batubara tidak profesional dalam merumuskan kegiatan yang ditampung pada Anggaran Pendapatan Belanja APBD 2023, dimana ia menyebutkan pihak yang paling bertanggungjawab yaitu Sekda selaku Ketua TAPD. Rabu (03/7/2024).
Sebagai Ketua tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) maka sekda bertugas menyusun anggaran didaerah. Maka secara otomatis Sekda harus paham akan terjadi defisit APBD ” katanya.
Bahkan Sultan menduga kuat, defisit APBD ini terjadi disebabkan masuknya kegiatan diluar yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Batubara.
“Katanya, defisit ini terjadi salah satunya karena banyak kegiatan yang masuk di luar kegiatan yang sudah ditetapkan di RKPD, yang juga menyebabkan terlambatnya pengusulan rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2023.
Ahmad Fatih Sultan juga menambahkan defisit anggaran APBD Batubara tiga kepala OPD didaerah yakni Sekda, BPKAD, dan Bappeda Patut untuk disoroti ” Mestinya sejak awal tiga OPD itu sudah tahu jika akan terjadi besar pasak daripada tiang tapi persoalannya kenapa mereka diam.
Sebab itu sultan memdesak agar Aparat penegak hukum memberi ruang atensi secara khusus untuk mengusut tuntas dan memeriksa secara terbuka ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), terkait adanya defisit anggaran ± puluhan miliar hingga ratusan milyar rupiah T. A 2023.
Sultan berharap kepemimpinan Pj Bupati bisa memberikan kejutan tak terduga sebagai jalan keluar carut marut keuangan di Pemkab Batubara saat ini.
Untuk atas nama Lembaga AMPERA (Aliansi mahasiswa Masyarakat Batu Bara) meminta Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua TAPD untuk mempertanggung jawabkan adanya defisit anggaran serta kekosongan jabatan di beberapa OPD. dan meminta agar Sekda Kabupaten Batu Bara segera mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya.
Jika mana tidak dilakukan segera, maka AMPERA dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi ke tingkat Provinsi maupun Pemerintah Pusat terutama untuk yang di daerah. Pungkasnya
(Tim/Kasat)