Silaturahmi Alumni UISU di Hotel Le Polonia Medan: Bersatu Besarkan
PT Inalum Perkuat Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Batu Bara Lewat Pelatihan K3 Scaffolding
Kasatnews.id | Batu Bara — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal di Kabupaten Batu Bara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Tenaga Kerja Kejuruan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Operator Scaffolding Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Gedung MPH PT Inalum, Kecamatan Sei Suka, Selasa (18/8/2026), menjadi salah satu bentuk kontribusi PT Inalum dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan, kompetensi serta pemahaman terhadap standar keselamatan kerja di lingkungan industri.
Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dari wilayah Kabupaten Batu Bara dengan menghadirkan trainer ahli K3, Doni, alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mewakili PT Inalum, Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat Ali Hasian Harahap menyampaikan bahwa perusahaan akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya dalam program pemberdayaan masyarakat.
“Kami hari ini melaksanakan program latihan keterampilan bagi 25 pekerja di wilayah Kabupaten Batu Bara. Ke depannya, kami akan melakukan sinergi pelatihan untuk UMKM. Kami juga berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya Bapak Bupati,” ujarnya.
Menurutnya, program pemberdayaan PT Inalum tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, tetapi juga akan dikembangkan untuk mendukung kelompok pekerja dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., turut membuka pelatihan secara resmi. Ia menilai keberadaan industri yang terus berkembang di Batu Bara harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja lokal.
Bupati juga menekankan pentingnya penerapan K3, mengingat pekerjaan scaffolding memiliki tingkat risiko yang tinggi dan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan serta pemahaman terhadap prosedur keselamatan.
“Pekerjaan scaffolding merupakan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi. Karena itu, sinergi antara PT Inalum dan Disnakerperindag merupakan langkah konkret untuk menyiapkan SDM lokal yang kompeten dan terampil,” katanya.
Selain pelatihan K3, kontribusi PT Inalum dalam kegiatan tersebut juga diwujudkan melalui program perlindungan pekerja. Sebanyak 3.000 pekerja rentan di Kabupaten Batu Bara menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan melalui dukungan CSR PT Inalum.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan perhatian perusahaan terhadap aspek perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja, khususnya kelompok pekerja rentan yang membutuhkan jaminan perlindungan dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.
Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan santunan kecelakaan kerja akibat meninggal dunia beserta beasiswa bagi dua orang anak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada keluarga pekerja yang mengalami risiko kecelakaan kerja.
Bagi PT Inalum, sinergi dengan pemerintah daerah melalui peningkatan keterampilan dan perlindungan tenaga kerja menjadi bagian penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran Ferina Burhan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Batu Bara Fadli Kurniawan, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Ginda Harahap, Ketua KNPI Kabupaten Batu Bara, Kepala Baznas Kabupaten Batu Bara serta jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Melalui pelatihan K3, perlindungan pekerja dan rencana pengembangan pelatihan bagi UMKM, PT Inalum menegaskan arah program pemberdayaannya tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu memiliki keterampilan dan daya saing di tengah perkembangan industri di Kabupaten Batu Bara. (Tim/Kasat)