Rp7,7 Miliar Penambahan TKD 2026 Distanbun Disorot, Petani Cabai Lubuk
Ratusan Siswa di Karo Diduga Mengalami Keracunan, Sekretaris APPMBGI Sumut : Stop Dapur MBG Bermasalah
Kasatnews.id, Medan – Ratusan siswa dari dua sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Dua sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami keluhan kesehatan tersebut ialah SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Bersama.
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) APPMBGI (Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031, Luhut Simanjuntak, SE saat mengetahui informasi tersebut dalam siaran persnya kepada wartawan menyampaikan keprihatinan. Luhut Simanjuntak menegaskan jika kasus keracunan itu gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka dapur pengelola harus benar-benar diperiksa dan ditindak secara tegas.
“Jika nantinya hal itu (keracunan) disebabkan kelalaian pihak dapur MBG maka dapur tersebut harus diberikan sanksi tegas berupa penghentian kerjasama. Sanksi tegas tersebut diperlukan agar kedepan kasus serupa tidak terulang kembali,”kata Luhut Simanjuntak.
“Sebab kita tidak ingin dapur-dapur yang bermasalah ini, kembali mencoreng kinerja Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) yang baru.Khususnya merusak niat baik dan positif Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan gizi para generasi bangsa masa depan,”imbuh Luhut SImanjuntak yang juga Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra.
Luhut menyampaikan untuk menyikapi dugaan kasus keracunan tidak terulang kembali di masa mendatang, maka SOP pengawasan dapur MBG harus lebih diperketat lagi. Luhut juga mendorong Kemenkes sudah selayaknya mempercepat proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi para pengelola MBG.
“Hal ini diperlukan agar dapur-dapur lain yang tidak bermasalah dan tetap berlanjut dan diperketat pengawasan kepatuhan terhadap SOP-nya. Apalagi mengingat selama ini SLHS memang belum menjadi prasyarat wajib sehingga kedepannya perlu percepatan,”sebut wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) meliputi Kabupaten Karo, Pakpak Bharat dan Dairi ini.
Lebih lanjut Luhut menegaskan program MBG masih cukup efektif sehingga tidak perlu dihentikan. “Jangan hanya gara-gara beberapa jumlah porsi yang menyebabkan siswa keracunan di sejumlah daerah tanah air yang luas ini, lantas kita latah meminta program (MBG) ini dihentikan. Sebab masih banyak daerah di tanah air yang terbukti masih aman dikonsumsi dan masih cukup efektif,”katanya. (Jam)