Raih Opini WTP 2025, Masyarakat Pertanyakan Dampak Nyata bagi Batu
Gaji Terusan Disdik Batu Bara Disorot, Dugaan Celah Kebocoran Anggaran Menguat
Kasatnews.id , Batu Bara — Pembayaran gaji terusan di Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara disorot setelah ditemukan indikasi kejanggalan dalam dokumen SP2D Tahun Anggaran 2024. Pola yang muncul diduga bukan sekadar persoalan administratif, tetapi berpotensi menjadi celah kebocoran anggaran.
Dalam SP2D Nomor: 12.19/04.0/000016/LS/… tertanggal 20 Maret 2024, tercatat pembayaran gaji terusan kepada dua tenaga pendidik dengan total Rp10,1 juta. Namun, dokumen tersebut tidak memuat rincian per individu maupun komponen gaji secara jelas.
Ketiadaan transparansi ini membuka potensi manipulasi, mulai dari mark-up, penyisipan komponen tidak sah, hingga sulitnya verifikasi penerima secara akurat. Selain itu, penggabungan dua penerima dalam satu SP2D dinilai rawan menyamarkan selisih pembayaran dan menyulitkan pelacakan.
Persoalan lain muncul pada aspek validasi. Tidak terlihat adanya penegasan verifikasi status kepegawaian maupun keabsahan ahli waris, padahal hal tersebut menjadi syarat utama dalam pembayaran gaji terusan. Tanpa itu, pembayaran berisiko tidak tepat sasaran, bahkan berpotensi fiktif.
Di sisi lain, potongan sebesar Rp462 ribu juga tidak dijelaskan sumbernya, menambah daftar ketidakjelasan dalam transaksi tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara Wali Wala Sagala telah dilakukan (30/3/2026), namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi dan nomor wartawan diduga telah diblokir.
Jika pola serupa terjadi pada dokumen lainnya, maka kuat dugaan praktik ini bersifat sistemik dan berpotensi merugikan keuangan daerah.
Ketiadaan transparansi, lemahnya validasi, dan minimnya akuntabilitas menjadikan gaji terusan berpotensi bergeser dari hak normatif menjadi celah kebocoran anggaran.
(Tim/Kasat)