Kasat News Kasat News

Breaking News

Dugaan Ketidakterbukaan Penetapan Lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih di

Polres Batu Bara Terima Kunjungan Tim Safari Ramadhan Polda Sumut

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI


 Rumah Pengasingan Soekarno di Perapat dan Sejarah Terbantuknya Danau Toba
Kilas Daerah

Rumah Pengasingan Soekarno di Perapat dan Sejarah Terbantuknya Danau Toba

by kasatnews Mei 16, 2022 0 Comment

Kasatnews.id , Simalungun – Mengulit Sejarah kisah perjuangan Proklamator Soekarno di masa kolonial Belanda, tak bisa dilepaskan dari Kota Parapat, Simalungun, Sumatra Utara (Sumut), Senin (16/5/2022).

Sebeb, di masa itu, Soekarno dan beberapa tokoh Nasional lain nya ditempatkan di sebuah rumah berlantai dua di tepi Danau Toba. Rumah berukuran 10 x 20 meter ini dibangun Belanda pada 1820.

Mereka di asingkan dari peradaban pemerintahan di masa penjajahan Belanda pada tahun 1949 bersama dengan Haji Agus Salain dan Sutan Syahrir.

Awalnya mereka ditempatkan di Brastagi. Namun tak lama kemudian, ketiganya dipindahkan ke Parapat.

Pada akhir Desember 1948, tiga pemimpin Republik Indonesia, yakni Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim, di buang Sumatera Utara.

Soekarno bersama Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI) dalam pengasingannya di Parapat, Simalungun-Sumatra Utara, sekitar awal tahun 1949.

Soekarno diasingkan ketika aksi Agresi Militer Belanda II menyerbu Yogyakarta dan menangkapi para tokoh² Republik Indonesia.

Dan kini menjadi rumah pengasingan Soekarno di Parapat menjadi destinasi wisata yang banyak di kunjungi orang.

Sedangkan Danau Toba adalah danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di kaldera Gunung Supervulkan.

Danau ini memiliki panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman 505 meter. Danau ini terletak di tengah pulau Sumatra bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter.

Danau Toba terbentuk dari tiga letusan besar Gunung Toba. Letusan pertama menghasilkan kaldera di sisi selatan, letusan kedua membentuk kaldera di sisi utara, letusan ketiga yang terbesar mengubah Gunung Toba menjadi Danau Toba.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru.

Dan kini Danau Toba dan Museum Rumah Pengasingan Soekarno menjadi pusat destinasi wisata masyarakat Sumatera Utara dan Manca Negara.

(As)

Kisah di ambil dari berbagai informasi Media tanah Air. F

Foto: (G. Maps)

Tags: Agresi Danau Toba H Agus Salim Kaldera Penjajahan belanda Rumah pengasingan Soekarno di Perapat Soekarno Super Vulkano Sutan syarir
Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Batu Bara

Dugaan Ketidakterbukaan Penetapan Lokasi Program Kampung Nelayan

Maret 10, 2026
Batu Bara

Polres Batu Bara Terima Kunjungan Tim Safari

Maret 10, 2026
Kilas Daerah

Edi Saputra Minta Pemko Intens : Masih

Maret 7, 2026
Batu Bara

Di Tengah Isu Kelangkaan BBM, Pengisian Jerigen

Maret 7, 2026
In Case You Missed
Batu Bara

Dugaan Ketidakterbukaan Penetapan Lokasi Program

Maret 10, 2026
Batu Bara

Polres Batu Bara Terima Kunjungan

Maret 10, 2026
Kilas Daerah

Edi Saputra Minta Pemko Intens

Maret 7, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.