Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Istri Darmanto
“Dendam Politik” di Golkar Sumut : Sahlul Tuding Ridho Sengaja Deklarasikan Andar Amin Calon Ketua
Kasatnews.id, Medan – Kondisi politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumut yang akan segera dilaksanakan dalam bulan Januari ini semakin menarik perhatian para kader dan fungsionaris partai berlambang pohon beringin tersebut. Pasca dicopotnya Musa Rajeckshah atau Ijeck menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, nama Hendri Yanto Sitorus semula menguat menjadi calon kuat untuk meneruskan kepemimpinan selanjutnya, belakangan muncul satu nama Andar Amin Harahap yang juga menyatakan siap untuk memimpin Golkar Sumut lima kedepan.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Sumut lX DPD Partai Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang,SH dalam siaran persnya menjawab wartawan di Medan, Minggu (18/1/2026) menyatakan nama Hendri Yanto Sitorus yang juga Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) diyakini masih tetap menjadi calon kuat yang akan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2025-2030. Sahlul menilai munculnya nama lain selain Hendri Sitorus yang disebut-sebut sebagai calon kuat hanya klaim semata.
“Saya menilai calon yang dimunculkan seperti nama Andar Amin Harahap sengaja diciptakan, yang bertujuan ingin melakukan dendam politik yang tidak berkesudahan di tubuh Golkar Sumut. Kondisi ni sudah pasti tidak baik untuk Kader Golkar. di Sumut,” kata Sahlul Situmeang.
Untuk itu dia berharap pelaksanaan Musda XI Golkar Sumut yang digelar dalam waktu dekat, tidak ada ada muatan dendam politik lama yang dilakukan oleh pihak Ridho Lubis. “Sebab ini tidak baik menurut pandangan saya, dimana apa yabg dilakukan dari manuver politik kelompok Ridho semata-mata adalah melakukan politik balas dendam. Yakni dengan cara memanfaatkan kedudukannya sebagai ketua Harian Partai Golkar Sumut yang dari awal diam-diam sudah mempersiapkan jauh jauh hari sebelum di-PLT-kannya Ketua Ijekc,”sebutnya.
Sahlul melihat pada saat perhelatan Musda Tahun 2019, Rhido Lubis terpilih menjadi Ketua Golkar Sumut lalu dianulir oleh Mahkamah Partai, menyebabkan digelarnya Musda Ulang di Tahun 2020 dengan aklamasi Ketua Ijeck menjadi ketua. ” Jadi kita harus lebih selektif dan berhati-hati untuk menentukan pilihan calon ketua Golkar Sumut ini, bukan berlandaskan politik balas dendam untuk menentukan arah Partai Golkar lima tahun ke depan. Saya ingin menyampaikan bahwa saya pada saat itu bahagian dari salah satu pendukung Ketua Ijeck, yang saat itu Andar Amin ini tidak mendukung Ketua Ijeck sebagai calon ketua Golkar Sumut disebabkan adanya kedekatan saudara Ridho Lubis dengan Andar Amin, dan semua kader Partai Golkar di Sumatera Utara ini mengetahuinya,” tukasnya
Jadi, lanjut Sahlul yabg juga mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sibolga, apa yang dilakukan kelompok Ridho adalah politik balas dendam. ” Saya heran melihat orang orang yang dekat selama ini dengan Ketua Ijeck, kok malah memberikan dukungannya ke Andar Amin karena tidak adanya kesepahaman kawan Kawan DPD ll,”bebernya.
Lebih lanjut Sahlul.menilai, Ridho memanfaatkan kekuasaannya sebagai ketua harian Partai Golkar Sumut, seperti pada saat acara Konsolidasi di Hotel Grand City di Medan yang berubah menjadi membuat surat dukungan kepada Andar Amin dengan bekerja sama dengan Bendahara Golkar Sumut saudara.Viktor Silaen itu sudah menunjukkan arogansinya serta euforianya dalam bentuk deklarasi. “Sehingga sikap ini sudah memanfaatkan struktur partai dalam menggalang dan sambil menekan para Ketua DPD ll Kabupaten /Kota untuk memberikan dukungannya ke saudara Andar Amin menjadi ketua partai Golkar Sumut. Saya yakin apa yang dikerjakan saudara. RIdho itu adalah tanpa sepengetahuan atau restu dari Ketua Plt Doli Tanjung. Jadi saya masih yakin ketua Plt Doli Tanjung masih netral sampai pada saat ini, karena kegiatan tersebut dilakukan setelah ketua Plt Doli meninggalkan tempat acara konsolidasi tersebut berganti menjadi acara buat dukungan ke saudara.Andar,” ujarnya.
“Untuk itu, saya bermohon agar ketua Plt Doli Kurnia Tanjung memberi teguran keras kepada Ridho Lubis,”katanya menambahkan.
Lebih lanjut Sahlul juga memaparkan dasar adanya politik balas dendam lainnya, disebabkan pada sejarah masa lalu saat dirinya masih Ketua Golkar Kota Sibolga, dimana Ridho Lubis pernah direvitalisasi sebagai Sekretaris Golkar Sumut pada saat Ketua H .Ajib Shah menjabat Ketua Golkar Sumut. ” Jadi kita harus memahaminya dan saya hanya mengingatkan kawan kawan DPD ll agar bijak dan laham setiap mengambil keputusan jangan tergesa-gesa. Apakah kita yakin kalau saudara Andar tidak dikendalikan Ridho kedepan, itu suatu pertanyaan besar bagi kita dan mari tanya hati kecil kita masing-masing apakah kita sudah di jalur yang bena,” ucapnya.
Maka.dari itu, Sahlul berharap calon Ketua Golkar Sumut kedepan orang yang bisa memegang teguh komitmen dan tidak menghabisi lawan lawan politiknya kedepan, melainkan harus merangkul semua kader. “Dan saya melihat itu ada pada diri saudara.H. Hendrik Yanto Sitorus karena beliau dipercaya masyarakat Labura untuk menjadi Bupati Labura dua periode,.berarti sudah teruji serta berkualitas menjadi pemimpin dan tidak pernah berpindah pindah tempat menjadi pemimpin,”tegasnya.
Kemudian soal dukungan yang diklaim kelompok Ridho telah mengantongi 23 kabupaten /kota ke.Andar Amin, dipastikan itu belum final dan bisa saja berubah ubah. “Kita berkeyakinan nantinya kawan-kawan DPD II akan bersatu mendukung saudara Hendri Sitorus,” katanya mengakhiri.
Sementara itu Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Yasyir Ridho Loebis saat dikonfirmasi wartawan hanya menjawab “bahhh” jawabnya melalui pesan WhatsApp. (Jam)