Sejumlah Wartawan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Istri Darmanto
KAK: Minta KPK Tangkap ‘The king of Corruption’ Rajanya Korupsi di Batu Bara!
KOMUNITAS ANTIKORUPSI (KAK)
DEKLARASIKAN PERANG MELAWAN KORUPSI
Kasatnews.id, Batu Bara – Aktivis Antikorupsi menggelar Deklarasi Perang Melawan Korupsi di Tugu Pahlawan Simpang 4 Kecamatan Tanjung Tiram Selasa (30/12/2025).
Mereka membawa poster bertulisan deklarasi perang melawan korupsi
“KPK tangkap Bupati diduga penerima suap ‘fee proyek’ dan suap ‘jual beli jabatan,”
“KPK tangkap kontraktor diduga pemberi suap 10-15% dari nilai kontrak”
“KPK tangkap ‘The king of Corruption’ (Rajanya Korupsi)”
“Jaksa Agung awasi dan ambil alih laporan masyarakat terkait kasus korupsi di Kejari Baru Bara”, demikian tertulis dalam salah poster aksi yang dibawa.
Koordinator Komunitas Antikorupsi (KAK) Hermansyah Putra Hasibuan dan Mukhlis,S.Pi saat diwawancara oleh awak media menyatakan.
“Deklarasi perang melawan korupsi ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, juga sebagai komitmen mendukung program Presiden RI sebagaimana ketentuan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS PK). jelasnya
Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus diberantas dari hulu ke hilir melalui strategi pendidikan antikorupsi berupa kampanye atau penyuluhan antikorupsi; perbaikan sistem tata kelola pemerintahan; penindakan korupsi.
Dampak masid dan biaya sosial korupsi bukan hanya menyebabkan kerugian keuangan negara, namun jauh lebih besar diantaranya:
1. Korupsi mengakibatkan tingginya angka kemiskinan.
2. Korupsi mengakibatkan tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi.
3. Korupsi mengakibatkan kualitas pembangunan infrastruktur tidak bertahan lama serta menimbulkan biaya perbaikan yang dibebani melalaui keuangan negara yang merupakan ‘uang rakyat’
4. Korupsi mengakibatkan bencana alam
5. Korupsi mengakibatkan tingginya angka anak putus sekolah, dan lain sebagainya.
(Tim/Kasat)