Polres Batu Bara Konsisten Dukung Program Ketahanan Pangan, Distribusi Jagung
Tawuran Gemot Berdarah di Patumbak, 1 Remaja Tewas
Kasatnews.id, Medan- Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak berhasil meringkus enam orang terduga pelaku pengeroyokan berujung menghilangkan nyawa (meninggal dunia) seorang remaja.
Remaja/ korban tersebut laki-laki inisial MN (14) warga Medan Tembung. Sedangkan Keenam pelaku merupakan anggota geng motor, SL, SKM dan Towaga, petugas juga sedang memburu para pimpinan atau ketua geng motor yang identitasnya sudah dikantongi petugas.
“Petugas kita berhasil mengungkap kasus pengeroyokan mengakibatkan hilangnya nyawa. Kasus ini bisa diungkap tidak kurang dari 20 jam. Enam pelaku yang sudah diamankan yakni, MOHH (17), RY (19), FT (17), RDS (18), GR (21) dan IL (17),” ucap Kasat Reskrim, AKBP Adryan Riski Lubis didampingi, Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora, Kasi Humas, AKP N Gultom dan Kanit Pidum, Iptu Hafizullah pada wartawan, Selasa (23/6/2026) sore di Mapolrestabes Medan.
Lebih lanjut, ia menuturkan bentrok berdarah antargeng motor ini bermula saat geng motor (gemot) SL yang terafiliasi dengan geng motor SKM dan Towaga berencana melakukan penyerangan terhadap geng motor NKB. Kelompok geng motor SL, SKM dan Towaga, selanjutnya menemui kelompok geng motor NKB di kawasan Jalan Setia, Patumbak 1, Kabupaten Deli Serdang.
Dengan jumlah yang tak seimbang, karena gabungan geng motor SL, SKM dan Towaga datang membawa sekitar 200 orang yang menggunakan sekitar 100 unit sepeda motor dan 2 unit mobil melawan geng motor NKB dengan jumlah massa hanya sekitar 60 orang , memaksa geng motor NKB mundur. Saat itu korban terpisah dari rombongan dan menjadi bulan-bulanan para pelaku yang mengeroyok korban menggunakan senjata tajam, kayu dan panah.
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Hafizullah menambahkan, tak sampai disitu, tubuh korban yang sudah tak berdaya juga diseret ke parit.
“Untuk ketua-ketua geng motor sudah dikantongi identitasnya dan masih terus kita dalami semoga dalam waktu singkat bisa diungkap. Untuk keterkaitan dengan Ormas untuk sementara tidak ditemukan,” pungkas ptu Hafizullah. (MRH/R)