Kasat News Kasat News

Breaking News

Utusan Presiden Prabowo Hadiri Takziah Syekh Muhammad bin Khalifa Al

Pemkab Deli Serdang Enggan Beri Sanksi Tegas Terhadap Kades Rumah

Kasat News Kasat News
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Kilas Daerah
    • Batu Bara
  • Politik
  • Kriminal
  • REDAKSI
  • Pemberitahuan Redaksi


 Serta Ginting : Bencana Banjir dan Longsor di Sumut Terjadi Akibat Pembabatan Hutan Secara Massif
Bisnis Nasional Pemerintah dinilai gagal kelola pasar Minyak goreng

Serta Ginting : Bencana Banjir dan Longsor di Sumut Terjadi Akibat Pembabatan Hutan Secara Massif

by kasatnews Desember 9, 2024 0 Comment

Kasatnews id, Medan – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN), Drs HN Serta Ginting menilai, bencana alam banjir disertai tanah longsor di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara khususnya kawasan Sibolangit yang merusak jalan lintas Medan-Berastagi Kabupaten Deliserdang baru-baru ini diduga kuat akibat maraknya aksi pembabatan atau penebangan hutan secara massif.

“Hal itu terlihat pada banjir dan longsor yang terjadi adanya sejumlah material kayu dari atas pegunungan hutan lindung yang ada di kawasan tersebut menutupi badang jalan,”kata Serta Ginting dalam siaran persnya diterima wartawan, Senin (9/12/2024).

Sehingga, lanjut Serta Ginting, banjir dan longsor yang terjadi di daerah tidak hanya melanda permukiman warga yang terdampak.Namun juga akses jalan nasional juga sempat terputus karena jalan dan jembatan rusak.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah dan jajaran kepolisian yang merespon terjadinya bencana banjir dan longsor dengan cepat.Seingga seluruh akses sudah bisa dilalui meskipun perbaikannya masih bersifat darurat,”kata Serta Ginting yang juga mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini.

Meski demikian , Serta Ginting yabg juga mangan Wakil Ketua DPRD Sumut ini mendesak penegak hukum untuk menelusuri dan menindak jika ada ditemukan aktivitas pembabatan atay penebangan hutan secara massif dan ilegal di Sumatera Utara. “Jadi penanganan pasca banjir dan longsor jangan hanya terfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi lebih penting mencari akar permasalahan guna upaya pencegahan ke depannya,”katanya.

“Sebab sejumlah kalangan meyakini bahwa bencana ini mengindikasikan adanya aktifitas ilegal, kemudian rencana tata ruang wilayah (RTRW) mesti dibenahi lagi. Begitu juga aktifitas legal, seperti izin-izin perkebunan dan pertambangan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan di sektor perkebunan kelapa sawit, undang-undang telah mengatur untuk tidak menanam sawit di sempadan sungai minimal 100 meter kiri dan kanan. Tetapi dia menemukan fakta di lapangan, hanya sungai saja yang tidak ditanami sawit oleh perusahaan.(jam)

Previous post
Next post

kasatnews (Website)

administrator

Leave a Reply Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Recent
Internasional

Utusan Presiden Prabowo Hadiri Takziah Syekh Muhammad

Juli 17, 2026
Kriminal

Pemkab Deli Serdang Enggan Beri Sanksi Tegas

Juli 17, 2026
Kriminal

Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi

Juli 17, 2026
Batu Bara

Perkuat Akses Layanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Batu

Juli 16, 2026
In Case You Missed
Internasional

Utusan Presiden Prabowo Hadiri Takziah

Juli 17, 2026
Kriminal

Pemkab Deli Serdang Enggan Beri

Juli 17, 2026
Kriminal

Dirres PPA dan PPO Polda

Juli 17, 2026
Copyright © 2026 Kasatnews.id | All Right Reserved.