Misteri Dua Korban Tewas di Ruko Indrapura ACC, Dugaan Paparan
Dua Tokoh Pimpinan Yayasan Al-qur’an Minta Pemkab Batu Bara Perhatikan Kondisi Ponpes Di Batu Bara?
Kasatnews.id , Batu Bara – Dua Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren di waktu senggang nya bincang – bincang ringan bersama wartawan di kediaman Muhammad Adnan yang akrab dipanggil Bang Nan, Jalan Imam Bonjol, Desa Indrayaman, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara (11/06/23).
Dalam diskusi ringan itu, Pimpinan Media ini coba menelusuri apa saja kegiatan Ponpes yang bisa terekspose dari Pondok seperti Ponpes Tahfidz Qur’an agar terus diminati masyarakat sebagai wadah pendidikan Religi namun Modern.
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Jabal Hindi Buya Fahri Ramzi (nomor 2 dari kanan) menyampaikan harapan nya agar para pemilik media cetak dan online di Batu Bara dapat memberi informasi – informasi yang ada di ruang lingkup pondok pesantren.
” Kami berharap kepada media cetak dan online sebagai corongnya informasi pemberitaan mengangkat isu-isu situasi dan kondisi Ponpes di Batu Bara, terlebih-lebih berharap kepada Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Batu Bara (Kamenag) untuk menjadi pelindung kami dengan memberikan akses bantuan sarana dan prasarana sebagaimana yang terlihat hari ini bahwa masih ada Ponpes -ponpes di Batu Bara menggunakan papan sebagai dinding bangunan dan papan tulis blackboard yang masih menggunakan kapur tulis. ” Ucap Buya Fahri
Lebih jauh Buya Fahri mengatakan bahwa dengan keberadaan para media yang turut menginformasikan ruang lingkup kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren kami hingga terdengar sampai keluar daerah Kab. Batu Bara, Dan itu menjadi sebuah ketertarikan tersendiri bagi siswa santri serta para wali murid untuk masuk belajar ke Pondok Pesantren kami. Ucapnya
Sedangkan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al-Muttaqin al-ustadz Sayuti Nur Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara (pertama dari kiri) turut menyampaikan bahwa dengan kolaborasi dan sinergitas antar Pendiri Ponpes bersama media sangat menguntungkan ke dua belah pihak.
” Salut kepada kinerja wartawan yang gesit mengambil informasi serta dengan cepat menyajikan informasi yang dapat dibaca di media online atau cetak di tengah masyarakat yang serba digitalisasi saat ini, ” ungkap Sayuti yang kini duduk di Pasca Sarjana Panca Budi (Aceh) dan tertarik juga ingin belajar menulis.
Namun untuk lebih melegitimasi peran antar lembaga pendidikan, dalam hal ini tak luput dari Atensi Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara agar pendidikan islam (religi) terbangun sesuai yang diharapkan.
” Disini kami perlu perhatian dan keterbukaan dari Kamenag untuk dapat mengambil andil terhadap kemajuan teknologi Santri, seperti majunya sekolah – sekolah Negeri dan Swasta yang dibawah naungan Dinas Pemprov dan Pemkab, begitu harapan kami semoga proses belajar mengajar di pondok pesantren yang saya pimpin dapat lebih nyaman, dan Santri/Santriwati memahami kemajuan teknologi setelah mendapatkan perhatian dari Kamenag Batu Bara. Ungkap Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al-Muttaqin al-ustadz Sayuti Nur yang juga diketahui sebagai ketua PPK kec. Lima Puluh Pesisir itu.
” Terlebih nya kami berharap kepada Pemkab Batu Bara agar tidak setengah hati memberikan bantuan di saat kami sangat membutuhkan akses perlengkapan mengajar di ruang lingkup Ponpes. ” Tandas Al Ustadz yang akrab di panggil Sayuti
Peran Ponpes dan tenaga pendidik atau santri pada masa ini cukup dibutuhkan, apalagi ditengah konten kajian keislaman terutamanya yang sudah terpublikasi di beberapa media sosial agar terus menjadi corong untuk dapat mengedukasikan secara langsung kepada masyarakat tentang yang hak dan bhatil, dan hal itu dinilai dapat menapis isu kelompok Islam radikal yang bercorak ekstrem dan fundamentalis sebagaimana isu yang berkembang saat ini
Lebih lanjut pembahasan isu-isu yang berkembang di tengah geliatnya penerimaan para siswa (santri) yang angka nya semakin menurun disebabkan oleh budaya luar telah memasuki minda digitalisasi para kaum milenial. Untuk itu harus ada upaya menapis laju nya perkembangan budaya luar di era digitalisasi yang dapat merusak sendi-sendi penerus bangsa ini.
” Kami berharap agar pemerintah dapat membuka peluang bagi pemilik yayasan Ponpes di Batu Bara untuk berkompetisi dan mendapatkan kesempatan untuk lebih berkembang, tentu nya dalam dunia pendidikan islam, terutama menuju Kab. Batu Bara kota religi. ” Ucap Pendiri Ponpes Almuttaqin
Kesepahaman terbangun tentang persepsi yang sama antar pimpinan Ponpes Jabal Hindi dan Ponpes Al-Muttaqin dengan para pegiat media sosial (online) atau pun cetak ada persamaan yaitu sama-sama mengedukasikan nilai-nilai religi yang hak dan yang bhatil meski cara penyampaian nya agak berbeda.
(Adn/Kasat)